Rem ABS Motor Bisa Pangkas Kecelakaan Anak Sekolah

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 15:06 WIB
Rem ABS Motor Bisa Pangkas Kecelakaan Anak Sekolah Rem ABS pada Yamaha FreeGo. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kecelakaan di Indonesia didominasi sepeda motor dan melibatkan anak sekolah. Penggunaan fitur Anti-lock Braking System (ABS) pada motor dianggap sebagai salah satu solusi menekan total angka kecelakaan, menurut hasil penelitian Universitas Indonesia dampaknya bisa mengurangi sampai 27 persen.

Dari data yang dirilis dalam acara konferensi pers Bosch Indonesia, Jumat (2/11), dijelaskan jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Pada pengkategorian keterlibatan tipe kendaraan, motor selalu menjadi yang teratas dalam daftar.

Pada 2016, dari total kecelakaan yang tercatat sejumlah 184.524 kejadian, melibatkan 138.049 unit motor.


Masih pada tahun yang sama, dari total 190.100 korban kecelakaan, sebanyak 141.316 korban melibatkan motor.

Data lain menjelaskan dari total 69.459 pelaku kecelakaan yang tercatat pada 2016 berdasarkan pengkategorian tingkat pendidikan, sebanyak 41.172 orang berasal dari kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, 2.918 orang dari Sekolah Dasar (SD), 7.927 orang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), 443 orang dari Diploma, dan 2.231 orang dari Sarjana.


Menurut data kepolisian, dari seluruh kecelakaan lalu lintas yang terekam sepanjang 2017, sebesar 72 persen melibatkan motor. Kendaraan tipe lain, roda dua 11 persen, truk 12 persen, dan bus 1 persen.

"Keselamatan menjadi salah satu tantangan paling mendesak di pasar sepeda motor," kata Managing Director Bosch Andrew Powell di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, dalam acara Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018.

Pihak Bosch Indonesia mengemukakan, ABS sanggup mengurangi tingkat kecelakaan motor berkisar 10 - 27 persen. Bila dikalkulasi ke jumlah rata-rata kecelakaan per tahun, itu dikatakan sanggup menyelamatkan 5.000 orang.

Fungsi ABS dijelaskan mencegah rem terkunci saat pengereman hingga menjaga kestabilan berkendara. Guna ABS mempermudah biker mengendalikan motor saat mengereman untuk mencegah tabrakan dengan objek di depan maupun saat permukaan jalan licin.

Kerja ABS dikendalikan sistem komputer. Pada umumnya cara kerja ABS, saat rem ditekan dalam satu detik, kampas rem bakal berulang menjepit cakram sebanyak 15 kali.

"Kami percaya bahwa implementasi teknologi ini dapat memberikan dampak positif di Indonesia dan membantu menyelamatkan hingga 5.000 jiwa per tahun," kata Powell.


ABS Barang Mahal


Di Indonesia saat ini, ABS bisa dikategorikan barang mahal pasalnya hanya tersedia di produk motor harga mendekati Rp30 juta. ABS belum menjadi kewajiban produsen sebab tidak ada regulasi yang menyatakan demikian.

Di IMOS 2018, Yamaha Indonesia meluncurkan skutik FreeGo dengan ABS dengan harga Rp22,5 juta. Produk ini diklaim sebagai skutik 125 cc pertama Yamaha atau perdana di dalam negeri yang menggunakan ABS. Sementara produk termurah Honda yang memakai ABS adalah PCX 150 ABS Rp30,8 juta. 

Di negara lain, misalnya Uni Eropa, sudah sejak 2016 produsen diwajibkan memasang ABS pada motor 125 cc. Regulasi serupa juga berlaku di India pada awal tahun ini sementara Jepang memulainya pada Oktober 2018.

Peraturan sejenis diketahui juga akan diterapkan di Taiwan dan Australia pada 2019. Sedangkan China mulai mewajibkan ABS untuk motor baru dengan kapasitas mesin di atas 250 cc pada awal Juli 2019. (ryh/fea)