Masalah inspeksi kendaraan Nissan muncul kembali, hanya dalam waktu dua bulan setelah produsen mobil Jepang itu merilis rencana 'reformasi' untuk menjaga kualitas produknya di dunia.
Diberitakan Nikkei, Kamis (6/12), jika kecurangan ini terbukti maka masalah ini akan menjadi yang keempat kalinya bagi Nissan untuk kasus manipulasi tes emisi sejak masalah yang sama pertama kali terungkap pada Mei 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diinformasikan model dan jumlah mobil Nissan yang akan terlibat recall. Pihak Nissan Motor Co juga belum mengeluarkan peryataan resmi terkait manipulasi emisi yang kembali muncul.
Kasus serupa sempat juga pernah menerpa pabrikan Volkswagen Grup yang telah menginstal perangkat lunak pada sekitar 11 juta mobil diesel VW, Audi, SEAT serta merek Skoda di seluruh dunia guna membantu mereka menghindari standar emisi.
Buntut dari kecurangan itu, pengadilan Jerman pun mendenda Volkswagen AG sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp16,7 triliun atas kasus dieselgate di industri otomotif dunia. (mik)