Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, menjelaskan bahwa sekelompok ojol yang mendeklarasikan mendukung salah satu Calon Presiden nomor 2 di Sentul kemarin adalah ekspresi politik sekelompok ojek online, dan tidak mewakili seluruh ojek online yang ada di Indonesia.
"Kelompok ojek online yang tiba-tiba muncul, di acara deklarasi salah satu calon presiden di Sirkuit Sentul, Bogor, mengatas dengan namakan ojek online dengan menggandeng ataupun digandeng oleh politisi untuk membawa pesan politik, bukanlah bagian dari pengemudi ojek online Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia, Garda Indonesia," tulisnya keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garda Indonesia mengharapkan pada para kelompok pengemudi ojek online di seluruh Indonesia agar tidak terjebak dalam politik praktis yang hanya memanfaatkan kelompok ojek online untuk kepentingan politik sesaat," tulisnya kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo sempat bercerita bahwa pernyataannya kerap kali dibelokkan oleh banyak pihak, salah satunya tentang pengemudi ojek online atau ojol.
"Selalu kalau saya bicara, maksud saya baik, tapi selalu ada yang coba melintir-melintir, dikatakan bahwa saya tidak menghormati pekerjaan ojek online," kata Prabowo saat menghadiri acara kopi darat yang digelar Forum Gabungan (Forgab) Roda 02 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/12).
"Justru saya berjuang untuk kalian semua, hidup saya dari saya remaja di sumpah. Pesan dari orangtua saya, selalu harus setia kepada rakyat Indonesia," lanjutnya. (mik)