Chief Operating Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan bahwa harapan produsen mobil menaikkan harga jual kendaraan setinggi mungkin justru tidak terjadi. Akibatnya konsumen tetap membeli kendaraan baru, dan mobil bekas tidak bisa bersaing di pasar.
"Jadi kalau ditanya apa sih pengaruhnya dengan dolar dan penjualan mobil bekas? Ya tidak terasa bagi kami di Mobil88," kata Fischer di Jakarta Selatan, Selasa (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Fischer, meski APM menaikkan harga jual kendaraan disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah, namun kenaikannya tidak signifikan dilihat dari kacamata konsumen mobil baru. Seperti Toyota, merek asal Jepang ini cuma mengerek harga jual mobilnya mulai Rp1,5 juta sampai Rp4 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena hal itu biasanya akan nambah konsumen karena harga mobil bekas tidak naik. Tapi tahun ini spesial, kenapa? Karena dolar naik tapi harga mobil baru beberapa tipe naik, tapi kebanyakan tidak naik dan diskonnya malah menarik," ungkap Fischer.
Tahun ini, penjualan mobil bekas Mobil88 diprediksi sebanyak 21 ribu unit, atau naik dari tahun lalu yang sebesar 20 ribu unit. Untuk periode Januari-November 2018, Mobil88 baru melego 19.200 unit.
Lihat juga:Cek Legalitas Sebelum Beli Mobil Bekas |