Avanza dan Xenia 2019 menyodorkan penampilan baru pada bagian depan dan belakang. Perubahan mencolok pada bumper, gril, lampu depan dan belakang serta penambahan sejumlah fitur baru.
Avanza merupakan saingan berat Xpander. Penjualan Xpander selama Januari-November mencapai 71.224 unit. Sedangkan Avanza selama 11 bulan lebih unggul dari Xpander dengan penjualan 75.654 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Adu Plus Minus Avanza, Xenia, dan Xpander |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Nakamura memiliki keyakinan bahwa pasar low MPV tahun ini akan bertambah gemuk dengan kehadiran si kembar Avanza-Xenia. Mitsubishi pun cukup tertantang dengan kehadiran produk kolaborasi Daihatsu dan Toyota.
"Mitsubishi juga percaya segmen small MPV adalah segmen yang akan tumbuh lebih besar. Sebagai perusahaan besar, tentu wajar Toyota memiliki target yang besar dalam penjualan. Dengan adanya persaingan ini tentu adalah hal yang wajar jika saling mendorong penjualan," ujar Nakamura.
Lihat juga:Rahasia Kenyamanan 'Kaki' Toyota Avanza 2019 |
Pabrik MMKSI di pabrik Mitsubishi Cikarang, Jawa Barat baru mampu meningkatkan kapasitas produksi Xpander ke angka 10 ribu unit/bulan per Juli 2018. Rencananya volume produksi bakal kembali ditingkatkan pada 2019.
Jumlah pemesanan Xpander sejak diluncurkan pada Agustus 2017 hingga sekarang tercatat berjumlah 115 ribu unit. Inden MPV 'murah' Xpander dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Satu sisi Toyota memasang target penjualan wholesales sebesar 7.000 - 7.500 unit per bulan, sementara Xenia 2019 dipasang setengahnya. Mitsubishi memastikan akan menjaga momentum pada tahun ini agar bisa kembali bertakhta di puncak segmen low MPV dalam negeri.
"Kami akan me-challenge target tersebut bukan hanya dengan cara meminta konsumen untuk membeli tapi juga menjelaskan apa saja keuntungan memiliki Xpander dari fiturnya dari aftersales benefit dan semua keuntungan dari Xpander akan kami sosialisasikan lagi. Kami ingin menunjukkan bahwa Xpander adalah pilihan yang lebih tepat lagi," tutup Nakamura. (mik)