'Jaket hujan' biasanya digunakan pengendara saat curah hujan rendah. Untuk diketahui, jaket model ini punya bahan tidak langsung menyerap air.
Karena sifatnya yang tidak menyerap air, banyak orang berpikir jaket hujan tidak perlu dicuci. Justru jaket hujan perlu dicuci, jika tidak pakaian pelindung badan ini akan mengeluarkan bau tak sedap akibat kotoran, debu, dan keringat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak yakin bisa mencuci sendiri, kirimkan jaket ke penatu atau jika tetap ingin mencuci sendiri, gunakan cairan pencuci khusus untuk jaket hujan yang tersedia di pasaran.
Namun, perlu dipahami juga mencuci jaket anti air terlalu sering akan menghilangkan lapisan DWR dengan cepat, mengingat bahwa lapisan ini akan terkikis setelah beberapa kali pencucian.
Jika jaket hujan mudah lembab, itu berarti lapisan DWR telah rusak. Namun jangan khawatir karena lapisan anti air dapat dikembalikan dengan membeli cairan DWR yang bisa dibeli di toko.
Cara melapisinya tutup ritsleting jaket lalu semprotkan cairan DWR ke seluruh permukaan luar dan beri lapisan tambahan pada area-area yang lebih terekspos atau sering bergesekan dengan benda lain, seperti bagian bahu yang sering terkena tali ransel. (ryh/mik)