Ketiga insinyur itu, Leslie Bromberg, Daniel R. Cohn, dan John B. Heywood, telah melayangkan gugatan hukum di Amerika Serikat dan meminta royalti dalam jumlah yang tidak diungkapkan karena paten itu disebut telah digunakan pada mesin mobil Ford.
Paten itu, yang dikatakan menghasilkan pencampuran bahan bakar dan udara lebih baik, telah diberikan MIT kepada ketiga insinyur tersebut. Lantas ketiganya mendirikan perusahaan untuk memegang lisensi pada teknologi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2017, Ford telah menunjukkan teknologi itu pada banyak mesin, termasuk pada V6 3.300 cc naturally aspirated, V6 2.700 cc EcoBoost, V6 3.500 cc EcoBoost, dan V8 5.000 cc naturally aspirated.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam berkas gugatan diterangkan pejabat properti intelektual Ford telah bertemu dengan ketiga insinyur pada April 2015 dan meminta mereka untuk "tidak menegaskan paten itu melawan Ford". Sebagai gantinya Ford akan bekerja sama dengan para insinyur untuk memasarkan beberapa teknologi mereka yang lain.
Menurut Motor1.com pengadilan mesti menentukan apakah teknologi yang ada di mesin Ford berkaitan dengan paten para insinyur. Di dunia otomotif global, bukan cuma Ford yang memakai metode penggabungan port dan direct injection.
Mesin LT5 V8 supercharged pada Corvette ZR1, V6 pada Toyota Avalon, serta mesin boxer pada Toyota GT86 dan Subaru BRZ juga dikatakan memakai teknologi seperti itu. (and/fea)