Dikutip dari Antara, Selasa (8/1) pagi, raksasa otomotif itu mengumumkan bahwa penarikan tersebut berdampak pada lebih dari 953.000 kendaraan di seluruh dunia dengan inflator kantong udara penumpang Takata.
Kantong udara itu berisiko dapat meledak dan menyebabkan serpihan yang beterbangan. Penarikan Ford sebagian besar berdampak pada pemilik mobil di Amerika Serikat. Maklum saja, 782.000 kendaraan ini berada di negara tersebut. Ini adalah bagian dari rangkaian penarikan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan menambahkan bahwa beberapa penarikan hanya dapat dilakukan di wilayah geografis tertentu di AS. Penarikan itu merupakan tanggapan terhadap fakta bahwa setidaknya 23 orang telah terbunuh di seluruh dunia oleh inflator, meskipun Ford mengatakan tidak mengetahui adanya cedera pada kendaraan yang terkait dengan penarikan ini.
Pembuat mobil menambahkan bahwa diler akan mengganti inflator secara gratis. Kantung udara Takata memiliki bahan kimia amonium nitrat yang dapat menciptakan ledakan yang mengembang pada kantung udara.
Namun, kantung udara dapat memburuk seiring waktu karena panas dan kelembaban, menyebabkannya meledak dan menyebabkan tabung logam pecah dan serpihannya beterbangan keluar.
(antara/agt)