Peluncuran sport utility vehicle (SUV) listrik tersebut bakal berlangsung di LA Design Studio, Los Angeles, AS.
"Model Y, menjadi sebuah SUV, sekitar 10 persen lebih besar dari Model 3, sehingga harganya sekitar 10 persen lebih tinggi," kata Musk dalam cuitannya, mengutip Reuters (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model Y diprediksi bakal dirakit di Shanghai Gigafactory di China timur, atau satu tempat produksi Tesla Model 3, Pabrik itu memiliki kapasitas produksi 250 ribu kendaraan per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tesla, Model Y akan menggunakan basis Model 3 guna menekan biaya produksi. Dengan strategi itu bukan berarti harga yang ditawarkan akan relatif 'murah'.
Rumor terbaru beredar bahwa Model Y bakal dijual US$40 ribu (Rp565,1 juta, sementara sedan listrik Model 3 dibanderol sekitar US$35 ribu (Rp500 juta). Artinya lebih mahal dari Model 3 yang selama ini dikenal sebagai mobil listrik termurah yang dijual Tesla.
Situs resmi Tesla menyebutkan Model 3 memiliki tiga varian, yaitu Mid Range penggerak roda belakang dengan akselerasi 0-100 km per jam selama 5,6 detik, Long Range penggerak semua roda dengan akselerasi 4,5 detik, serta Performance dengan konsep penggerak empat roda (All Wheel Drive/AWD) dengan akselerasi 3,3 detik.
Khusus varian Performance ada penambahan setting suspensi lebih rendah, rem performa, spoiler serat karbon, pedal performa, dan mode berkendara "Track".
Pihak Importir umum asal Indonesia, Prestige Image Motorcars mengaku tertarik memasarkan Model 3 di Tanah Air. IU tersebut menjadwalkan pemasaran Model 3 pada Juni 2019. (ryh/mik)