Saat ditanya mengenai kendala tersebut, Deputy Managing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Setiawan Surya mengatakan sudah 'memohon' kepada prinsipal, namun belum diberikan izin untuk memasarkan Jimny.
"Jadi belum dapat lampu (hijau). Tapi kami sudah minta," kata Setiawan saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suzuki Jimny Bakal 'Mengaspal' di Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran pihak SIS intensif melakukan negosiasi dengan prinsipal untuk mencari jawaban peluncuran dan produksi Jimny dilakukan di Indonesia. Namun sejauh ini masih sumir.
"Ya ini masih dalam pembicaraan (produksi lokal Jimny). Waktu itu kan kami yang minta, dari sana mungkin masih dipelajari," ujar Setiawan.
Lihat juga:Suzuki Bicara Tambah Model Produksi Lokal |
Dikabarkan bahwa Suzuki Jimny model baru menemui titik terang di Indonesia. Sebab Suzuki disebut tengah mengurus segala perizinan Jimny, bahkan waktu peluncuran Jimny di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu berdasarkan daftar Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di situs Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta pada informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Pada daftar tersebut terlihat NJOP Suzuki model Jeep dengan tipe JB 424 W 4X2 AT Rp274 juta, B 424 W 4X2 MT Rp266 juta, dan SN413V (4X4) AT Rp218 juta. Banyak menduga bahwa kode mobil tersebut adalah Jimny.
Pihak SIS tidak membantah, sebaliknya mereka menjanjikan bahwa akan membawa Jimny baru ke pasar otomotif dalam negeri.
Lihat juga:Suzuki Jimny 'Galak' Terinspirasi G-Class |
Di Jepang, Jimny baru dijual dalam dua varian, yaitu standar dan Sierra. Jimny standar merupakan 'kei car' bermesin 658 cc turbo 3-silinder. Lalu Sierra memakai mesin 1.500 cc K15B, sama seperti yang digunakan Ertiga. (ryh/mik)