Nama Pindad mulai muncul membayangi Esemka pada awal 2018. Kala itu Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengiyakan bahwa pihaknya dihubungi pihak Esemka yang menawarkan kerja sama membuat purwarupa kendaraan dinas Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Banyak menilai kolaborasi ini sebagai bentuk promosi untuk menggaet hati masyarakat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019. Seperti kita ketahui, mobil asal Solo Esemka sangat erat kaitannya dengan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu pernah mempopulerkan Esemka pada 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena begini-begini ada pro kontra sehingga ya kalau kami dari Pindad menilai kapan lagi kalau bukan dari sekarang memulainya," kata Abraham kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (1/4).
Sejak awal dikenalkan, Esemka sangat rekat dengan julukan sebagai 'kendaraan politik Jokowi'. Namun sejumlah pihak berharap kehadirannya memenuhi harapan masyarakat Tanah Air yang menginginkan mobil nasional atau sekadar 'kendaraan rakyat'.
Tujuh dari delapan mobil Esemka pernah dinyatakan tidak lulus uji tipe lantaran tidak setara Euro 4 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 7 Oktober 2018. Satu model yang lulus adalah Garuda 1 mesin diesel 2.000 cc. Pihak Esemka mengaku akan kembali mengajukan uji tipe.
Terlepas dari itu ada usaha dan semangat dari pihak Esemka agar mobil lulus dari segi teknis.
Mobil rakitan siswa SMK, Esemka pernah dinyatakan tidak lulus emisi pada 2012. Dan di tahun yang sama Esemka berbenah, dan akhirnya dinyatakan lulus uji emisi oleh Kemenperin.
Esemka benar-benar menarik perhatian sejumlah pihak. Terakhir putra pemilik PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) AM Hendropriyono yaitu Diaz Hendropriyono.
"Mungkin nanti yang diluncurkan Garuda 1. Tapi produk Esemka bukan hanya ganti nama, masa sih kaya begitu. Namanya bukan produk lokal dong kalau gitu," kata Diaz beberapa waktu lalu.
Diaz seakan tutup kuping dengan cibiran masyarakat yang menganggap Esemka sebagai 'tipuan' yang kunjung jelas keberadaannya. Seperti yang diutarakan mantan staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu.
Didu menilai Esemka hanya menjadi 'alat politik' bagi kubu 01 pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Said menyinggung bahwa sejak keberadaannya, Esemka benar-benar dibuat dengan tujuan mendongkrak citra Jokowi. Terlebih saat ini ada Pindad di belakang Esemka.
"Saya dibujuk beberapa orang untuk endorse (ikut mempublikasikan). Karena yang pencitraan bukan hanya Pak Jokowi, tapi banyak orang. Dan saya katakan itu bohong. Sebagai pengusaha mebel, mungkin saat itu Pak Jokowi beranggapan bahwa membuat mobil sama saja dengan merakit mobil. Saya katakan berbeda," ujar Said.
[Gambas:Video CNN] (mik)