Bukan hanya pabrik, DFSK juga gencar membangun jaringan penjualan senilai puluhan miliaran rupiah untuk menarik kepercayaan konsumen dalam negeri terhadap produknya.
Dealer yang sudah resmi berdiri per Maret 2019 diketahui berjumlah 22, namun ditargetkan hingga akhir 2019 sebanyak 90 outlet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kapasitas pabrik mencapai 50 ribu unit per tahun, hasil tersebut tentu tidak bisa dibilang menggembirakan. DFSK diketahui sudah memperkenalkan SUV baru yang ukurannya lebih kecil, Glory 560, namun penjualannya belum terekam.
Pada tahun ini, DFSK pernah menyebut ingin menjual 12 ribu unit. Glory 560 dikatakan menjadi penopang terbesar kemudian diikuti Glory 580 dan target itu sudah termasuk penjualan pikap Super Cab.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi pihak DFSK, namun enggan merespons terkait penjualan Glory 580.
Beda dari DFSK, kompatriot asal China lainnya, SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia), justru lagi naik daun. Wuling sudah memulai debutnya melalui investasi sebesar USD700 juta pada 2017.
Wuling pertama kali hadir dengan produk Low Multi Purpose Vehicle (MPV), Confero. Seiring waktu, mereka juga menawarkan SUV Almaz yang keran pemesanannya telah dibuka pada Januari 2019.
Lihat juga:Wuling Mulai Panen Almaz |
Klaim Wuling hingga awal April pesanan Almaz nyaris 2.000 unit. Sementara Gaikindo mencatat distribusi Almaz (Februari dan Maret 2019) ke dealer mencapai 983 unit. Hasil ini jauh lebih banyak dari Glory 580 yang sudah mengaspal 11 bulan. (ryh/fea)