Menurut Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi pihaknya tidak menutup pintu bagi siapapun merek otomotif yang hendak bergabung dengan asosiasi yang mewadahi berbagai merek otomotif.
Namun dijelaskan Nangoi jika pihakya belum mendengar rencana operasional Esemka dan berniat masuk dalam daftar anggota Gaikindo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nangoi pun tidak ingin berkomentar banyak soal isu Esemka seperti yang sudah beredar selama ini dengan alasan belum terdaftar sebagai anggota.
"Itu bukan anggota Gaikindo, jadi kami tidak mengerti apa-apa tentang Esemka," ucap Nangoi.
Isu terbaru mengenai Esemka jika dua model mobilnya saat ini sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan terkait nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Esemka 2019.
Lihat juga:NJKB Esemka Berdasarkan Situs Permendagri |
Pengakuan Direktur Perencanaan Anggaran Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Arsan Latif, bahwa pengajuan permohonan NJKB Garuda 1 dan Bima atas nama Solo Manufaktur Kreasi selalu Agen Pemegang Merek (APM) dengan Direktur Joko Sutrisno pada 16 Desember 2018.
Arsan berharap Esemka konsisten mengajukan tipe kendaraan yang akan diproduksi, rutin satu tahun sekali. Arsan mengatakan setiap permohonan NJKN pasti berujung dengan produksi masal. Ini artinya 2019 dua model Esemka itu bakal masuk dapur produksi. (ryh/mik)