Tren negatif penjualan mobil China dilaporkan imbas dari melambatnya pertumbuhan global dan perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).
Asisten Sekretaris China Association of Automobile Manufacturers (CAAM)/Asosiasi Produsen Otomotif China, Xu Haidong menyampaikan penurunan pasar otomotif juga disebabkan aturan standar emisi kendaraan "China VI" yang lebih awal dari target pemerintah yaitu pada 2020, yang memicu ketidakpastian di kalangan pelaku industri otomotif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters, Rabu (12/6) kondisi itu menimbulkan masalah bahwa pemasok komponen 'kewalahan' mengikuti perubahan industri otomotif yang dinilai begitu cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini dinilai memengaruhi sentimen konsumen terhadap sejumlah merek otomotif.
Asosiasi otomotif China berharap pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan-kebijakan positif yang bisa menstimulasi penjualan otomotif di paruh kedua tahun ini.
Lihat juga:Facebook Patenkan Motor Bisa Berdiri Sendiri |
NEV meliputi kendaraan hibrida dengan mesin bensin dan motor listrik, plug-in hybrid, kendaraan murni listrik dan kendaraan listrik fuel cell atau berbahan bakar hidrogen. (mik)