Bloomberg pada Jumat (21/6), menjelaskan dari berbagai sumber, pernikahan keduanya bisa saja merugikan Nissan.
Jepang dikatakan memberikan signal kekhawatiran atas merger kepada pemerintah Prancis yang merupakan pemegang saham terkuat Renault. Prancis kemudian meminta jeda pembicaraan merger sambil berupaya memenangkan dukungan Nissan, hal itu lantas ditanggapi dengan penarikan proposal dari Fiat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber dari kementerian perindustrian Jepang menolak memberikan komentar, begitu pula dengan sumber dari kementerian keuangan Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan makin tegang pada awal bulan ini ketika Senard mengancam memblokir manajemen baru Nissan pada rapat pemegang saham.
Nissan terus bersikap tenang menanggapi upaya merger Renault dan Fiat. Perwakilan Nissan yang ada di Renault memutuskan untuk abstain saat rapat penentuan merger digelar.
Dialog antara pejabat resmi Jepang membantu Prancis mengerti posisi Nissan, kemudian membuat Prancis menunda upaya merger. (fea)