"Ya kami memang punya rencana CKD (Completely Knock Down) di Indonesia," kata COO Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu.
Maxindo Renault Indonesia merupakan anak perusahaan grup Nusantara Maxindo yang ditunjuk Renault Asia Pasifik sebagai Agen Pemegang Merek (APM) sejak Januari 2019. Nusantara Maxindo mengambil alih keagenan Renault di dalam negeri dari grup Indomobil bersama anak perusahaannya, Auto Euro Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Indomobil Menjawab Alasan Melepas Renault |
Menurut Davy, ada kemungkinan produksi lokal Triber di Indonesia memanfaatkan kekuatan aliansi. Di Indonesia, Nissan dan Mitsubishi punya pabrik besar dan bukan tidak mungkin bisa membantu Renault.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Renault sudah datang ke perindustrian. Ya kami kalau tidak siapin CKD kuota impor bisa dibatasi," ucapnya.
Davy mengatakan CKD juga menjadi usaha meringankan beban perusahaan, sebab disebut biaya impor tidak murah.
"Kami mengerti untuk bersaing dengan lebih heboh ya harus CKD. Dan CBU yang harus dipahami itu ongkos logistik, seperti angkut dari pabrik ke pelabuhan, terus naik ke kapal dan seterusnya," kata Davy. (ryh/fea)