Seperti pernah dijelaskan Bambang Sudarmanta, Kepala Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Pembakaran Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), B20 berpotensi membuat ruang pembakaran lebih kotor dibanding solar.
B20 dikatakan punya tingkat kekentalan lebih tinggi dibanding solar yang cenderung melambatkan atomisasi (proses pembakaran) dan mengandung gliserin (kotoran yang tidak terbakar) lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Autochem Industry, salah satu produsen pembersih injektor, menjelaskan, produk yang ditawarkan bisa menjadi solusi awal mengobati injektor yang tersumbat. Produk dari Autochem itu bernama Master Commonrail Highpressure Diesel System Clean & Protect dan sudah dijual sebelum perluasan B20 diberlakukan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Henry pemakaian produk pembersih injektor untuk mengatasi masalah B20 merupakan solusi murah ketimbang pengobatan lainnya seperti menguras tangki bahan bakar.
"Jadi kita coba tuang ini dulu, kalau belum berhasil ya baru kuras tangki," kata Henry, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Senin (22/7).
Henry tidak bisa mengungkap data berapa banyak peningkatan penjualan produk pembersih injektor setelah pemanfaatan B20 diperluas. Namun menurut dia teori itu berlaku pada saat ini.
"Saya tidak bisa bilang (data penjualan meningkat), secara teori iya. tapi kan kami tidak bisa bilang," ujar Henry.
Lihat juga:Pengakuan Isuzu Setelah Uji Biodiesel B20 |
Di GIIAS, perusahaan yang punya pabrik di Tangerang ini meluncurkan produk baru oli mesin motor, oli transmisi, dan produk perawatan pembersih injektor, pembersih ganti oli, dan suplemen oli. (fea/fea)