Pantauan CNNIndonesia.com, direksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) hadir dalam pertemuan itu. Kehadiran dua perusahaan itu keseriusan mereka mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.
"Ada program pengenalan mobil listrik, ada pilot project (proyek percontohan)," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Harjanto di kantornya, Jakarta, Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Toyota telah mempromosikan kendaraan penumpang jenis sedan Prius PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) beberapa waktu lalu. Nantinya produk ramah lingkungan Toyota ini akan ditempatkan di area khusus atau menjadi angkutan pariwisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya proyek ini sebagai bagian bagaimana kendaraan listrik menjadi populer di Indonesia," kata Harjanto.
Airlangga mengatakan bahwa Toyota Grup berencana bakal membenamkan investasi untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik Tanah Air senilai Rp28,3 triliun.
Pernyataan itu diungkap setelah Airlangga bertemu dengan Presiden Direktur Toyota Motor Corporation di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Group 20 (G-20) di Osaka, Jepang, pada Kamis (27/6).
Pihak Toyota pernah menyatakan bahwa investasi akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pabrik TMMIN di Sunter dan Karawang. (ryh/mik)