Berdasarkan keterangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dana investasi yang bakal masuk jumlahnya mencapai US$4 miliar atau setara Rp57,1 triliun (Rp14.290 per US$). Dana tersebut akan digelontorkan ke proyek mobil listrik secara bertahap.
"Angka masing-masing (produsen) otomotif berbeda, tapi yang sudah kira-kira hampir USD4 miliar," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantornya, Rabu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti kita ketahui Toyota grup memang sudah mengakui soal rencana investasi sekitar Rp28 triliun di Indonesia. Sedangkan Hyundai seperti diberitakan sebelumnya akan mengucurkan dana sekitar US$1 miliar (Rp14,6 triliun) guna membangun mobil ramah lingkungan di Indonesia.
"Kira-kira segitu investasinya," kata Menko Maritim Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Gedung Transmedia, Jumat (21/12) sore.
"Ada beberapa yang memang menyatakan minatnya. Honda juga siap, tapi belum declare (pengumuman)," ucap Putu.
Putu menambahkan beberapa merek baru lain ada yang menyatakan minat untuk berinvestasi membangun fasilitas pabrik produksi mobil penumpang di Indonesia, namun belum dapat diumumkan dengan alasan masih melakukan pengkajian.
"Tapi dari segi minat dan kajian-kajian yang dilakukan oleh multinasional bidang otomotif itu kayaknya ada suatu yang bagus arahnya. Apalagi kalau kamu bisa produksi baterai," tutup Putu. (ryh/mik)