Nama Gojek disebut oleh Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Service di Malaysia, dalam pernyataannya yang direkam video kemudian viral di Indonesia. Shamsubahrin bilang, "Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, di Thailand, di India, di Kamboja".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila tidak ada respons dari Kedubes Malaysia dan Shamsubahrin, Garda mengancam bakal menggelar demonstrasi yang disebut melibatkan 10 ribu orang. Demonstrasi direncanakan digelar pada 3 September di Kedubes Malaysia di Jakarta dan Konsulat Jendral Malaysia di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada, ini murni dari pengemudi. Kami tidak membicarakannya dengan perusahaan Gojek dan Grab," kata Igun.
CNNIndonesia.com sudah meminta konfirmasi kepada Gojek, namun belum ada jawaban.
Igun mengatakan pihaknya meminta mediasi dengan Kedubes Malaysia sebelum jadwal demonstrasi digelar. Dia berharap mediasi itu bisa dilakukan pada pekan ini.
"Mungkin minggu ini kita akan minta mediasi dulu, dari pihak-pihak mungkin apakah Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), kepolisian, atau dari pihak mana yang mau memediasikan," ucap Igun.
Bila sampai Kamis (29 Agustus) atau Jumat (30 Agustus) Garda tetap belum mendapatkan respons dari Kedubes Malaysia. Menurut Igun pihaknya akan meminta izin kepolisian untuk menggelar demonstrasi. (fea)