Unjuk rasa awalnya direncanakan terjadi pada 3 September, aksi ini didasari ketersinggungan pernyataan perusahaan taksi Big Blue Shamsubahrin Ismail yang terekam video mengatakan, "Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, di Thailand, India, di Kamboja".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono sempat mengatakan bakal mengerahkan 10 ribu orang untuk melakukan demonstrasi di Kedubes Malaysia. Namun ketegangan sempat mereda setelah Shamsubahrin meminta maaf di hadapan media Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Igun mengatakan demonstrasi tetap dilakukan meski Shamsubahrin sudah meminta maaf, jadwalnya diubah menjadi lebih cepat, yakni pada hari ini. Meski begitu dia bilang jumlah massa menurun menjadi ratusan orang.
Tidak Jadi Demonstrasi
Puluhan orang mendatangi Kedubes Malaysia pada hari ini, sebagian dari mereka bertemu dengan perwakilan konsulat.
Igun menjelaskan pihaknya tidak membawa massa dalam jumlah banyak bukan karena tak mendapat izin dari pemangku kepentingan. Menurut dia hal itu urung dilakukan karena tensi sudah menurun setelah Shamsubahrin meminta maaf.
Igun memastikan sudah banyak ojol dari berbagai daerah yang menyatakan siap bersama-sama menyerbu Kedubes Malaysia hari ini.
"Demo kan bukan izin tapi cukup surat pemberitahuan kepada kepolisian, dan kami sudah komunikasi bahwa sudah ada pernyataan maaf dari Malaysia," kata Igun di Kedubes Malaysia.
Igun menuturkan Garda berusaha meredam gejolak massa, demonstrasi disebut tidak perlu dilakukan.
"Karena sudah meminta maaf juga maka Garda akhirnya meredam massa agar tidak timbul kisruh yang khawatir merembet ke masalah dua negara," kata Igun. (fea)