Massa ojol yang mencapai ratusan itu menuntut bos Big Blue Taxi Services asal Malaysia Shamsubahrin Ismail untuk meminta maaf atas pernyataannya yang kontroversial dalam video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut Ismail menyinggung pemerintah Indonesia soal banyaknya anak muda Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online. Video kedua ini yang menyulut para demonstran untuk melakukan aksi di depan Kedubes Malaysia hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alasan Massa Ojol Demo di Kedubes Malaysia |
Pihak Kedubes Malaysia dan massa ojol melakukan pertemuan pada Jumat (30/8) membahas perkataan Ismail soal pemerintah Indonesia dan Gojek. Igun mengatakan Kedubes Malaysia menekankan bahwa pernyataan Shamsubahrin bukanlah pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratusan Massa Ojol Kepung Kedubes Malaysia |
"Rakyat Islam Indonesia tak salah kalau dikatakan miskin. Yang salah itu pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia yang salah. Jadi, pemerintah di Malaysia, Pakatan Harapan, mengikuti jejak kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita (di) Malaysia bekerja tanpa gaji tetap untuk bawa Grab, untuk bawa Gojek," kata Shamsubahrin dalam video.
Igun mengatakan aksi demo yang dilakukan massa ojol juga menuntut agar Shamsubahrin melakukan klarifikasi karena telah menyinggung banyak pihak.
"Iya artinya kami minta klarifikasi lagi bahwa kenapa kami sudah maafkan namun menyinggung Indonesia lagi, walau yang disinggung adalah pemerintah," ujar Igun.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Kedubes Malaysia untuk menanggapi situasi tersebut, namun belum ada respon dari pihak Kedubes. (jnp/mik)