Ke-11 dealer itu berada di Jakarta Selatan (Pondok Indah), Tangerang, Jakarta Utara (Pluit), Jakarta Pusat (Jalan MT Haryono), Sidoarjo, Kupang, Manado, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Makassar.
Menurut Franz Wang Managing Director of Sales Center Sokonindo Automobile selama ini 55 persen komposisi dealer DFSK berada di Pulau Jawa, Sumatera 20 persen, Kalimantan 11 persen, dan Sulawesi 12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target kami sampai akhir tahun 95 dealer," kata Frans dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andee Yoestong, Presiden Direktur AIU, menjelaskan pihaknya berani menanamkan investasi besar, walau tidak disebutkan jumlahnya, pada DFSK sebab merek asal China ini punya produk mobil komersial dan mobil penumpang. Mobil komersial DFSK adalah Super Cab, sedangkan semua mobil penumpang merupakan SUV, yakni Glory 560 dan Glory 580.
"Kalau lihat di lis Gaikindo praktis yang naik merek china. DFSK yang tertinggi kenaikannya pada saat ini... Saya melihat DFSK punya mobil teknologi masa depan cukup meyakinkan, mereka punya teknologi itu cukup canggih kalau dibandingkan dengan yang lain," kata Andee.
Andee juga bilang pihaknya fokus mengembangkan penjualan DFSK ke wilayah timur Indonesia.
"Kenapa fokus ke indonesia timur? Saya orang makassar, saya juga fokus karena lebih mengenal wilayah Sulawesi. Area di sana hasil padi dan beras ada di sana, ada mobil komersial bisa dijual di daerah situ. Sentral di situ masih agak susah dijangkau dengan mobil besar, tapi dengan mobil DFSK ya lumayan lah," ujar Andee. (fea/mik)