Sumber CNNIndonesia.com mengatakan, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi akan mendukung penuh impor HMC maksimum 50 ribu kendaraan Completely Built Up (CBU) dari Korea Selatan, India, atau negara lainnya selama periode 2019-2024.
Menurut MoU lagi kedua pihak bakal mendiskusikan secara terpisah tentang kemungkinan pembebasan bea masuk dan pajak impor CBU tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam peraturan ini menyebutkan sebelum memulai produksi lokal, produsen dapat melakukan pengadaan kendaraan berteknologi listrik berbasis baterai melalui skema impor CBU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Periode pertama, yakni US$702 juta, dikucurkan pada Agustus 2019-Desember 2021 sedangkan periode kedua, US$847 juta, diberikan pada Januari 2022-Desember 2030.
Total investasi itu akan dipakai buat membangun pabrik perakitan mobil dan komponen, fasilitas produksi kendaraan listrik, pusat riset dan penelitian, fasilitas produksi transmisi, serta pengembangan model produksi massal.
Investasi itu akan disalurkan melalui anak perusahaan HMC yang baru didirikan, yaitu Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). MoU juga menyatakan HMC berusaha 50 persen kendaraan produksi Indonesia bakal diekspor. (fea/mik)