Kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan HMC dilakukan di Korea Selatan, hari ini, Selasa (26/11).
Berdasarkan keterangan sumber yang CNNIndonesia.com terima, investasi senilai sekitar US$1,54 miliar (sekitar Rp21,8 triliun dengan asumsi kurs Rp14.094 per US$) akan diimplementasikan melalui HMMI. Total investasi itu bakal disalurkan dalam dua periode.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Periode kedua akan dimulai pada Januari 2022 sampai Desember 2030 dengan nilai US$847 juta. Dana baru ini akan dipakai buat mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik, pusat riset dan penelitian, fasilitas produksi transmisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Deltamas, pabrik Hyundai bertetangga dengan banyak produsen otomotif termasuk Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia.
Jauh sebelum Hyundai berniat menanamkan investasi dan mendirikan HMMI, sebenarnya sudah ada perwakilan Hyundai di dalam negeri, yaitu Hyundai Mobil Indonesia sebagai distributor dan Hyundai Indonesia Motor yang mengoperasikan pabrik perakitan H-1 di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.
Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan investasi Hyundai di Indonesia menjadi fokus pemerintah menjelang akhir 2019. Pabrikan otomotif Korea, Hyundai dikabarkan berencana membangun fasilitas produksi mobil bertenaga listrik di Karawang, Jawa Barat.
Kepala BPPHT BKPM Suhartono mengatakan Hyundai masuk dalam empat fokus realisasi investasi di Indonesia, setelah China Petroleum Corporation (CPC), Lotte Corporation, hingga Tanjung Jati Power Plant.
"Ada dari CPC, Lotte Korea, ada juga Pembangkit Listrik Tanjung (Jati). Kemudian ada satu lagi masalah Hyundai yang sedang ditangani, termasuk mobil listrik ini," kata Suhartono saat ditemui CNNIndonesia.com dalam acara Pinvest di Jakarta, Senin (18/11). (fea/mik)