Dana segar itu ditujukan di antaranya buat mendirikan fasilitas produksi di di Deltamas Industrial Park, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, memproduksi setidaknya tiga model baru, membangun 100 dealer pada 2021, dan mengeksplorasi produksi mobil listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kemungkinan besar 100 persen modal asing. Modal Hyundai semua," ungkap sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan teknis kerjasama bersama pihak lokal mungkin hanya sebatas penyediaan komponen untuk memproduksi kendaraan. Namun tidak diketahui jumlah perusahaan komponen lokal yang dilibatkan.
Menurut dia lagi jika Hyundai ingin insentif pemerintah lebih besar, terutama untuk produksi mobil listrik, kerjasama dengan perusahaan pemasok lokal tentu harus besar karena berkaitan dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diatur pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.
Pada Perpres 55/2019 diketahui disebutkan aturan mengenai TKDN mobil dan motor listrik di Indonesia.
"Jadi kalau mobil umum [konvensional] ya terserah mau [TKDN] berapa persen. Semakin tinggi tapi semakin bagus. Tapi kalau produksi mobil listrik ya berapa persen TKDN ya dapet insentif," katanya.
Investasi Hyundai bakal dilakukan dalam dua tahap. Pertama US$702 juta mulai Agustus 2019 -Desember 2021 dan tahap kedua sebesar US$847 juta pada Januari 2022-Desember 2030.
Sebelum ada upaya investasi ini, Hyundai Motor Company sebenarnya sudah memiliki rekanan di dalam negeri, yaitu Hyundai Indonesia Motor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) dan Hyundai Mobil Indonesia menjadi distributor. Keduanya merupakan perusahaan hasil Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang kepemilikannya 100 persen lokal.
Hyundai Indonesia Motor juga punya satu pabrik perakitan berkapasitas 26 ribu unit per tahun untuk memproduksi H-1 di kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Dua perusahaan tersebut diketahui merupakan hasil investasi sendiri berlatar Penanaman Modal Dalam Negeri, bukan dari prinsipal Hyundai. (fea)