Sejak penerbangan itu dihentikan mulai 5 Februari 2020, karyawan DFSK asal China yang kini berada di dalam negeri disebut tak bisa pulang ke negara asal. Sedangkan pejabat yang biasanya mengunjungi Tanah Air untuk meninjau bisnis DFSK tak bisa melakukannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arviane yang karib disapa Anne, efek virus corona yang saat ini sudah menewaskan 1.000 orang di seluruh dunia belum mempengaruhi kegiatan produksi di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi di pabrik Cikande DFSK sejauh ini tidak terganggu dengan adanya kasus virus corona. Suplai [komponen] masih berjalan lancar," kata Arviane.
Produsen China yang lain di Indonesia, SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) belum memberi komentar saat ditanya terkait corona.
Wabah virus Corona telah dikhawatirkan produsen besar berpotensi mengganggu industri otomotif global sebab China merupakan termasuk pemasok komponen utama ke banyak negara.
Mengutip CNN, Volkswagen sudah mengumumkan akan menutup pabrik mobilnya di China karena pembatasan perjalanan dan kekurangan suku cadang. General Motors tidak akan memulai kembali operasional pabrik di China sampai 15 Februari karena masalah kesiapan komponen.
Hyundai menutup pabrik perakitannya di Korea Selatan lantaran kekurangan suplai komponen China. Tidak hanya itu, Nissan, Renault, hingga Fiat Chrysler juga mengalami masalah serupa yaitu menunda produksi akibat suplai komponen kendaraan dari China terhenti. (ryh/fea)