Direktur Marketing Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra menjelaskan perbedaan meliputi mesin, eksterior, fitur, hingga kaki-kaki.
"Ini model baru [XL7] meski platform sama. Bagian yang berbeda itu sekitar 300 komponen," kata Donny di Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
XL7 ditawarkan dengan tiga varian yakni Alpha, Beta, dan Zeta, serta dua pilihan transmisi otomatis dan manual. Mobil dijual mulai Rp230 juta sampai Rp267 juta.
Varian termahal XL7 lebih murah dari Toyota Rush dan Mitsubishi Xpander, namun dijual lebih mahal dari Daihatsu Terios.
[Gambas:Video CNN]
Produksi lokal dan target
XL7 diproduksi di pabrik Suzuki Indonesia Cikarang, Jawa Barat dengan kandungan lokal mencapai 85 persen. Menurut Donny proses produksi telah dilakukan sejak Desember 2019 dan distribusi ke dealer-dealer Suzuki di seluruh Indonesia dimulai awal 2020.
"Jadi biar bisa cepat diantar ke konsumen. Karena kan dealer kami sudah banyak yang buka pesanan dari awal, tapi jumlah pastinya pesanan itu belum kami rekap ya," ujar Donny.
Lihat juga:Asal-usul Nama Suzuki XL7 |
Selain memenuhi pasar otomotif nasional, XL7 juga akan diekspor ke sejumlah negara seperti Amerika Latin, Asia Tenggara.
"Kami juga akan ekspor mobil ini agar target 12.600 unit ekspor Suzuki tahun ini tercapai. Destinasi negara tujuan ekspor sama dengan Ertiga," tutup Donny. (ryh/mik)