Pabrik Cikarang seluas 1,3 hektar yang telah diresmikan pada 29 Mei 2015 itu memiliki total kapasitas 200 ribu unit per tahun, namun selama ini hanya diketahui memproduksi Ertiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itayama juga menjelaskan produksi Ertiga dan XL7 dilakukan di jalur produksi yang sama. Kedua produk itu dirancang menggunakan platform yang sama, heartect, meski begitu Suzuki mengklaim terdapat 300 komponen yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita sekarang mulai produksi XL7 dari bulan Januari, kita sudah menaikkan kapasitas. Oleh karena itu kita juga sudah tambah karyawan juga di pabrik Cikarang," ucap Itayama saat peluncuran XL7 di Jakarta, Sabtu (15/2).
Itayama juga tidak merinci berapa jumlah karyawan yang ditambah. Meski begitu dia mengatakan selama ini produksi di pabrik Cikarang hanya satu shift, namun 'sebentar lagi jadi dua shift'.
[Gambas:Video CNN]
Komparasi Domestik dan Ekspor
Berdasarkan rencana produksi XL7 sebesar 36 ribu unit per tahun dengan pembagian 24 ribu unit untuk domestik dan 12 ribu unit buat ekspor, Suzuki menargetkan penjualan produk kelas low SUV ini bisa laku 2.000 unit per bulan di Indonesia.
Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra mengatakan target itu mewakili 20 persen dari total pasar low SUV di dalam negeri yang sudah diisi Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V.
Sementara buat ekspor, SIS berharap XL7 setidaknya bisa diserap 1.000 unit per bulan di pasar luar negeri. (fea)