Salah satu pekerja yang sebelum pandemi biasa mengandalkan jasa ojol, Dina, mengatakan justru khawatir sekat tersebut menjadi media penularan Covid-19 tanpa disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pasti akan bersentuhan juga, namanya naik motor. Dari misalnya kaki, terus saat naik ke motornya bukannya kita harus pegangan," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi meski nanti akhirnya harus gunakan ojek online lagi, tetap saja hati tidak tenang sama sekali di jalan. Sama kayak kita naik kereta lah, bawaannya panik," ucap Tia.
Minta WFH Diperpanjang
Tia mengatakan solusi paling efektif untuk masa sekarang ini yaitu mempersempit ruang gerak masyarakat agar tidak keluar rumah.
Menurut Tia ada baiknya pemerintah tetap meminta perusahaan mempekerjakan karyawannya di rumah sampai pandemi mereda.
"Oke kalau ojol boleh operasi gunakan sekat dan sebagainya. Tapi pekerja seminimal mungkin tidak ke kantor dulu. Kan ada bagian-bagian yang mereka bisa kerja dari rumah. Kerja dari rumah sebetulnya tidak enak. Tapi dari pada ujungnya jalanan jadi ramai, terus di kantor numpuk juga orang," kata Tia.
"Jadi nantinya itu penggunaan ojol ini tidak setiap hari rutin, bisa hanya untuk pergi kalau benar-benar penting saja," lanjut wanita yang berkantor di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu.
Lihat juga:Dampak Negatif Penggunaan Sekat Plastik Ojol |
"Makanya yang penting corona turun dulu," kata Ilham.
Ilham menambahkan, ketimbang harus menggunakan jasa ojol dengan sekat lebih baik mengendarai sepeda motor sendiri untuk sementara waktu.
"Saya parno, jadi mau gunakan transportasi apa juga takut. Jadi untuk sementara kalau sudah aktif diminta ke kantor mending kita naik motor sendiri dulu. Tidak apa-apa capek juga, tapi ngerasa lebih tenang," kata Ilham. (ryh/fea)