Jakarta, CNN Indonesia -- Desain baru CBR150R Streetfire yang dirancang Astra Honda Motor (AHM) relevan mengikuti pergeseran selera konsumen sepeda motor rentang Rp30 jutaan yang kini banyak sekali maunya. Motor ini tetap bisa jadi andalan berkendara harian atau sekali-sekali touring kalau lagi bosan rutinitas, namun sekarang ditambah rasa pede sebab riding makin nyaman dan bisa jadi pajangan keren waktu berbaur di parkiran.
Melihat CB150R Streetfire pertama kali ibarat ketemu teman lama yang habis seruput kopi di cafe dia cerita punya hobi baru nge-gym di rumah waktu pandemi Covid-19. Dia masih orang yang sama, tapi perawakan baru ditambah otot-otot di tubuhnya bikin pangling.
AHM menyebut desain CB150R diubah jadi mirip big bike atau moge. Berbagai rupa berubah meski ada juga bagian seperti desain rumah lampu depan, sasis, dan mesin yang sama saja seperti dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Kalau foto dulu sama sekarang disanding, CB150R sekarang kelihatan membesar dan kekar serta memang punya aura moge. Bagian yang paling mendukung hal ini ada di area tangki bahan bakar yang bentuknya jadi gemuk dan lebih 'berasa' dijepit paha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangki itu ukurannya sama seperti model lama, 12 liter, tapi sekarang ditutup cover plastik yang desainnya dibuat satu bagian mulai dari depan hingga tengah bodi. Cover ini menyambung ke shroud di bawahnya dan bodi plastik di belakang yang membuat tampilannya terlihat rapi seperti satu kesatuan.
Salah satu sensasi yang unik saat motor ini yakni waktu melihat ke bawah saat berkendara. Biker bakal melihat paha kedua kaki kira-kira terhalang sepertiga karena desain tangki melebar di bagian atas.
Shroud juga jadi elemen penting yang bikin aura moge menyeruak. Bagian ini, termasuk detail-detailnya, bisa mengecoh persepsi kalau motor ini moge padahal cuma 150 cc.
CB150R menggunakan mesin 149,16 cc, DOHC, 4 katup, pendingin cairan, EURO 3, dengan transmisi manual 6-percepatan. AHM mengklaim kecepatan maksimalnya 125 kilometer per jam dan efisiensi bahan bakar dengan metode tes ECE R40, yaitu 40,5 kilometer per liter.
Shroud di kanan dan kiri didesain menyesuaikan radiator yang sudah berubah bentuk menjadi memanjang. Bentuknya juga diakali agar tak mentok gerakan suspensi depan waktu setang belok maksimal ke kanan atau kiri.
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Kemudian undercrowl plastik di bagian bawah, yang cuma ada di varian Special Edition, membantu bikin area leher pipa knalpot terlihat penuh.Honda juga terasa niat mendesain ulang CB150R lantaran pintar menutupi bagian kopong visual di area mesin. Misalnya di bawah shroud ada plastik bertuliskan 'PGM-FI' yang menutupi area kopong di bagian intake, kemudian ada pula hanger aluminum yang membuat area header knalpot tidak sepi.
Kunci desain a la moge lain di motor ini ada pada suspensi depan upside down berukuran besar, menyolok mata dengan warna emas kemudian makin kontras sebab tutupnya, yang bertuliskan 'Showa', berwarna biru terang.
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Upside down belakangan sudah jadi desain generik di motor-motor cc kecil kekinian. Komponen ini menunjang estetika sesuai selera masa kini walau sebenarnya juga punya kekurangan dibanding suspensi telescopic.
Desain terakhir yang bikin terlihat moge adalah pemakaian setang tapered handlebar yang lebar dan tinggi sebab dipasang dengan raiser (peninggi) yang ditanam di triple clamp seperti desain Honda CB300R atau CB250R. Raiser ini bisa dapat bergoyang dan punya karet peredam yang fungsinya meredam getaran, namun ada efeknya saat berkendara.
Goyang
Setang lebar dan tinggi bikin tangan 'mengangkang' waktu berkendara, maksudnya membuat sudut siku lengan melebar, bahkan bisa hampir lurus. Posisi tangan seperti ini menimbulkan kesan mendominasi saat berkendara, mirip moge.
Setang lebar membuat manuver kecepatan rendah mudah dan ringan, tapi yang saya rasakan butuh waktu agar terbiasa biar tidak nyangkut atau menyenggol mobil waktu lewat di jalan yang macet.
Kondisi setang tinggi karena raiser ditambah dorongan tangan saat menggenggam membuat punggung seperti 'dipaksa' tegak. Ini positif buat biker seperti saya yang cenderung tak sadar bungkuk waktu berkendara.
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Perlu dipahami raiser setang yang terintegrasi karet peredam getaran ini bisa bergerak atau goyang maju-mundur. Fungsi karet itu terasa membantu sekali meredam kejut dari suspensi upside down, yang karakter rebound-nya sudah cenderung lambat atau lembut, misalnya saat melewati jalan rusak atau mengerem kuat.
Namun menurut saya setang yang bisa bergoyang juga bisa mengkhawatirkan, sebab menimbulkan perasaan tidak akurat walau sudah memegang setang dengan kuat.
Kekhawatiran makin jadi waktu membelok dengan kecepatan agak tinggi kemudian tiba-tiba ketemu jalan yang permukaannya rusak cukup panjang, rasanya bikin kaget seperti seluruh motor bergoyang padahal cuma setang.
Namun cemas kayak begitu cuma awal-awal saja waktu kenalan sama motor ini. Setelah dipakai berhari-hari, termasuk melintasi Jakarta-Bogor, sensasi oleng seperti itu jadi samar.
Performa
Mesin Honda CB150R Streetfire 2021 tanpa engkol atau kick starter. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Performa
Secara keseluruhan mesin 149,16 cc pada motor ini mirip versi lama saudaranya, CBR150R, tenaga dan torsinya juga mirip dan tak berubah dari sebelumnya, 16,9 hp dan 13,8 Nm.
Menyalakan mesin kini tak lagi bisa pakai engkol sebab sudah tidak tersedia, jadi hanya bisa pakai starter tangan yang sangat tergantung kesehatan baterai (aki).
Performa terbaik motor ini menurut saya ada di tengah, saat putaran mesin tak terlalu santai ataupun lagi dipaksa teriak. Mengail tenaga cenderung mudah dan responsif pada kisaran 5.000 - 7.000 rpm yang cocok buat berkendara harian dan relatif pas buat touring luar kota yang tak terlampau jauh.
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
Kepraktisan berkendara juga didukung pedal kopling yang enteng, pergerakan tuas transmisi yang halus, dan penampang dasbor baru dengan tampilan digital termasuk fitur indikator posisi gigi biar pengendara lebih konsentrasi ke jalan ketimbang tambah pikiran menebak lagi di gigi berapa.
Motor ini, walau saat dinikmati dari jauh terkesan berotot dan berat karena kemasan ala moge, ternyata makin enteng dari sebelumnya. Berat kosongnya sekarang 135 kg, berkurang sekitar 1 kilogram yang di antaranya didapat dari pemakaian cover plastik tangki, reduksi berat pelek, dan minus kick starter.
Buat siapa?
Sama seperti sebelumnya, CB150R tetap motor naked yang relatif mudah digunakan buat harian dan pergi touring. Namun kini berkendara bisa lebih gaya sebab desainnya segar dan menyesuaikan selera pasar.
Minus slipper clutch dan engine cut off seperti terdapat di Yamaha Vixion bisa jadi mengecewakan buat sebagian orang yang ekspektasinya terlalu tinggi. Engine cut off bikin area kanan setang sepi sebab hanya ada tombol starter lalu ada area kopong visual di atasnya. Namun sebagai gantinya, Honda sudah memikirkan berbagai macam cara menjadikan motor ini menarik di sektor lain.
Kalau Anda lagi cari motor naked 150 cc tapi maunya merek Honda, pilihannya cuma ada dua, motor ini atau Verza. Model sport lain ada, Sonic 150R, tapi wujudnya ayam jago yang rasanya saat ini tak banyak peminatnya.
 Honda CB150R Streetfire 2021. (CNN Indonesia/Febri Ardani) |
CB150R terbaru bisa jadi alternatif buat fanatik merek Honda pemilik CB150R model lama yang mau 'naik kelas'. Ya memang tetap jalan di tempat karena tak naik kapasitas mesin, tapi dapat desain segar dan harganya tak beda jauh. Varian standar CB150R dijual Rp29,7 juta, sedangkan Special Edition Rp30,7 juta.
Seharusnya jika naik kelas pemilik CB150R bisa memilih motor 250 cc, namun saat ini tak ada opsi itu sebab AHM sejauh ini belum berani meluncurkan versi naked 250 cc yang bisa jadi pilihan desain lain untuk mesin CBR250RR. Saat ini pilihan naik kelas kapasitas mesin dari motor naked 150 cc Honda langsung loncat ke moge CB500F yang rasanya tak jadi opsi banyak orang sebab harganya Rp153,2 juta.