TIPS OTOMOTIF

Cara Menghitung Ganti Oli Mobil Berdasarkan Waktu dan Jarak

CNN Indonesia
Rabu, 15 Des 2021 10:11 WIB
Cara Menghitung Ganti Oli Mobil Berdasarkan Waktu dan Jarak
Cara menghitung ganti oli mobil berdasarkan waktu dan jarak tempuh. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/herraez)

Cara menghitung ganti oli mobil harus memperhatikan waktu dan juga jarak tempuh kendaraan.

Oli pada mobil sebaiknya diganti setiap 10.000 km. Jarak 10.000 km biasanya didapatkan setelah berkendara selama kurang lebih 6 bulan atau kurang lebih 55,56 km/hari, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai.

Meski mobil jarang digunakan, namun jika sudah melewati waktu 6 bulan oli mobil tetap harus diganti. Meskipun saat itu mobil belum mencapai jarak tempuh 10.000 km.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini lantaran odometer pada mobil tidak berputar saat Anda terjebak macet atau pun saat memanasi mobil setiap harinya. Belum lagi diperparah dengan kebiasaan menggeber mesin mobil saat mesin idle.

Berlaku juga sebaliknya, jika jarak tempuh mobil kesayangan Anda sudah mencapai jarak 10.000 km, oli mobil tetap harus diganti meski belum mencapai waktu 6 bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemampuan oli akan semakin berkurang dengan drastis jika tetap dipaksakan untuk melumasi kendaraan.

Semua perhitungan di atas dengan catatan jika menggunakan oli full sintetis, jika menggunakan selain oli full sintetis, maka pergantian oli setiap 5.000 km.

Untuk memberikan pengingat bagi pemilik mobil, biasanya pihak bengkel akan menuliskan jarak tempuh waktu ganti oli dan juga waktu ganti oli saat itu dan yang akan datang dalam bentuk stiker atau kertas yang digantung di dekat lingkar kemudi.

Jika melakukan pergantian oli secara mandiri, maka Anda harus mencatat bulan dan tahun saat mengganti oli dan juga odometer untuk mencatat jarak km yang sudah ditempuh oleh mobil.

Jangan lupa juga untuk menuliskan kapan waktu atau jarak tempuh berikutnya untuk memudahkan cara menghitung waktu ganti oli mobil selanjutnya.

(ahd)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Komponen mobil yang cukup penting salah satunya adalah keberadaan oli. Oli harus diganti secara berkala agar tetap bisa melakukan tugasnya secara maksimal.

Mengganti oli pada sebuah mobil tentu saja tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Terdapat cara menghitung ganti oli mobil yang tepat berdasarkan waktu dan jarak tempuh dari kendaraan yang Anda miliki.

Lihat Juga :

Jika tidak memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, maka bukan tidak mungkin mobil kesayangan Anda akan mengalami kerusakan lantaran oli mobil yang tidak bisa berfungsi secara maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Fungsi Oli

Sebelum mengetahui cara menghitung yang tepat untuk melakukan pergantian oli pada mobil, pemilik mobil harus mengetahui fungsi oli pada sebuah kendaraan.

Dilansir dari Suzuki, oli memiliki peranan penting sebagai pelumas bagi sebuah mesin. Gesekan yang timbul pada mesin akan direduksi oleh keberadaan dari oli ini. Semakin ringan pergerakan mesin, maka semakin cepat pula perputarannya.

Selain melindungi tiap komponen mesin dari gesekan, oli juga berfungsi sebagai pembuang hasil pembakaran atau yang lebih dikenal dengan gram. Ini penting dilakukan untuk memastikan mesin mobil selalu bersih dan bisa bekerja dengan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terletak pada bagian dalam mobil dan cukup tersembunyi, nyatanya mesin mobil tetap bisa terkena debu bahkan air yang menjadi musuh utamanya.

Kehadiran oli di sini berfungsi untuk melindungi setiap komponen mesin agar terhindar dari polutan.

Fungsi oli pada mobil yang terakhir adalah mengurangi panas yang dihasilkan oleh mesin saat bekerja. Hal ini sangat penting agar mesin mobil tidak overheat.

Untuk tetap bisa memberikan fungsi yang maksimal bagi mesin, tentu saja oli mobil perlu diganti dengan memperhatikan waktu dan juga jarak tempuhnya.


Jenis Oli

Male mechanic refilling car oil in service centerJenis oli mobil (Ilustrasi Foto: Istockphoto/serezniy)

Dari beragam jenis bahan baku oli, dewasa ini terdapat tiga jenis oli yang cukup populer. Yakni oli mineral, semi sintetis, dan full sintetis.

Ketiga jenis oli ini tentu saja memiliki kekurangan dan juga kelebihan masing-masing.

1. Oli Mineral

Oli ini terbuat dari minyak yang diperoleh dari bahan tambang. Oli jenis ini jamak digunakan oleh kendaraan yang sudah tua atau bermesin konvensional.

Kelebihan dari oli yang terbuat dari bahan mineral selain harga yang terjangkau adalah mesin menjadi lebih halus meski saat pertama kali dinyalakan.

Namun oli mineral cenderung meninggalkan residu pada mesin mobil. Hal inilah yang membuat oli mineral lebih sering


2. Oli Semi-sintetis

Memiliki kemiripan dengan oli mineral, oli semi-sintetis juga berasal dari bahan tambang, namun pihak produsen menambahkan beberapa zat aditif untuk menambah kemampuan dari oli itu sendiri.

Oli jenis ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan oli mineral. Namun oli ini memiliki kemampuan pelumasan yang lebih baik jika dibandingkan dengan oli mineral.


3. Oli Full Sintetis

Oli full sintetis menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan pelumas yang baik untuk mobil dan juga kendaraan bermotor lainnya.

Kelebihan oli jenis ini adalah kemampuannya dalam memberikan pelumasan pada mesin kendaraan yang lebih maksimal dengan residu yang sangat rendah. Namun oli full sintetis memiliki harga yang lebih mahal.


Cara menghitung ganti oli mobil lanjut halaman sebelah...

Waktu yang Tepat untuk Ganti Oli Mobil

Cara menghitung ganti oli mobil berdasarkan waktu dan jarak tempuh. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/herraez)

Cara menghitung ganti oli mobil harus memperhatikan waktu dan juga jarak tempuh kendaraan.

Oli pada mobil sebaiknya diganti setiap 10.000 km. Jarak 10.000 km biasanya didapatkan setelah berkendara selama kurang lebih 6 bulan atau kurang lebih 55,56 km/hari, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai.

Meski mobil jarang digunakan, namun jika sudah melewati waktu 6 bulan oli mobil tetap harus diganti. Meskipun saat itu mobil belum mencapai jarak tempuh 10.000 km.

Hal ini lantaran odometer pada mobil tidak berputar saat Anda terjebak macet atau pun saat memanasi mobil setiap harinya. Belum lagi diperparah dengan kebiasaan menggeber mesin mobil saat mesin idle.

Berlaku juga sebaliknya, jika jarak tempuh mobil kesayangan Anda sudah mencapai jarak 10.000 km, oli mobil tetap harus diganti meski belum mencapai waktu 6 bulan.

Kemampuan oli akan semakin berkurang dengan drastis jika tetap dipaksakan untuk melumasi kendaraan.

Semua perhitungan di atas dengan catatan jika menggunakan oli full sintetis, jika menggunakan selain oli full sintetis, maka pergantian oli setiap 5.000 km.

Untuk memberikan pengingat bagi pemilik mobil, biasanya pihak bengkel akan menuliskan jarak tempuh waktu ganti oli dan juga waktu ganti oli saat itu dan yang akan datang dalam bentuk stiker atau kertas yang digantung di dekat lingkar kemudi.

Jika melakukan pergantian oli secara mandiri, maka Anda harus mencatat bulan dan tahun saat mengganti oli dan juga odometer untuk mencatat jarak km yang sudah ditempuh oleh mobil.

Jangan lupa juga untuk menuliskan kapan waktu atau jarak tempuh berikutnya untuk memudahkan cara menghitung waktu ganti oli mobil selanjutnya.


HALAMAN:
1 2