Waspada Petaka Water Hammer Saat Mobil Libas Banjir

CNN Indonesia
Kamis, 06 Okt 2022 16:07 WIB
Water hammer ialah air masuk ke dalam mesin dan berisiko paling berbahaya saat mobil menerjang banjir. Water hammer terjadi saat pengemudi tidak bisa membaca kondisi genangan air. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Water hammer mungkin masih asing di telinga sejumlah pemilik kendaraan. Istilah ini harus dipahami terutama saat hujan turun dan banjir.

Singkatnya, water hammer ialah air masuk ke dalam mesin dan berisiko paling berbahaya saat mobil menerjang banjir. Water hammer ini akan menyebabkan kerusakan mesin fatal akibat air terisap masuk ke dalam ruang bakar.

Pada mesin kendaraan, bentuk silinder seperti pipa dengan piston yang bergerak sangat aktif di dalamnya bersama pelumas. Penutup silinder di bagian atas adalah ruang pembakaran sedangkan di bawah area crankshaft.

Ruang pembakaran bekerja mengompresi dan membakar campuran udara dengan bahan bakar. Air tidak dibutuhkan dalam proses itu, intervensi zat ini dalam ruang pembakaran efeknya justru merusak karena tidak bisa dikompresi.

Akibat fenomena ini bisa mengakibatkan head silinder rusak, piston bengkok, dan pelumas tak lagi layak digunakan. Kerusakan seperti ini membunuh mesin sebab tak lagi bisa dipakai dan perawatannya mesti turun mesin dengan biaya besar.

Air bisa masuk ke dalam ruang pembakaran melalui jalur intake saringan udara yang fungsinya mengisap udara dari luar. Skenarionya bisa macam-macam, misalnya mobil dipaksa melewati genangan air yang tinggi atau air hujan menetes dari celah-celah di area kap mesin.

Jika sudah terjadi kerusakan akan memakan biaya perbaikan cukup besar karena banyak komponen mesin yang diganti.

Sony Susmana, penggiat keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan setiap mobil boleh saja melalui genangan air, namun dengan batas ketinggian tertentu.

"Batas ketinggian air yang disebut aman hanya 30 sentimeter (cm) atau sekitar setengah roda. Kalau lebih dari itu dianjurkan putar balik dan pilih jalur lain," ucap Sony.

Menurut Sony, batas ketinggian air tersebut harus memperhitungkan komponen inti kendaraan yang rentan rusak karena air contohnya Electronic Control Unit (ECU). Selain itu juga harus mempertimbangkan air in take yang kemungkinan menjadi jalur masuk air ke mesin yang bisa menyebabkan penyebab water hammer.

Dan perlu diketahui air intake setiap mobil berbeda-beda sehingga batas 30 cm menjadi yang paling aman.

(mik/mik)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER