KNKT Buka-bukaan Penyebab Tol Cipali Paling Mematikan di Dunia

CNN Indonesia
Selasa, 06 Des 2022 15:31 WIB
Menurut KNKT kematian karena kecelakaan di Tol Cipali tertinggi di dunia bukan karena infrastruktur atau fasilitas tak memadai. Menurut KNKT kematian karena kecelakaan di Tol Cipali tertinggi di dunia bukan karena infrastruktur atau fasilitas tak memadai. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengonfirmasi Tol Cipali memiliki angka kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tertinggi di dunia dengan rata-rata satu korban jiwa per kilometer.

Senior Investigator KNKT Achmad Wildan mengatakan hal ini menjadi fakta yang diperoleh berdasarkan investigasi dari banyak kecelakaan pada tol dengan panjang 116 kilometer tersebut.

Achmad memaparkan kondisi ini terjadi bukan karena ada masalah pada jalan tol atau infrastruktur dan fasilitas yang tak memadai.

"Jadi faktornya ini bukan karena kondisi jalan tol, sebab semua bagus dari sisi geometrik hingga fasilitasnya, semua sesuai standar," kata dia saat dihubungi, Selasa (6/12).

Dari penelusuran di lapangan, penyebab kecelakaan terkait kecepatan mobil penumpang dan kendaraan berat seperti truk saat melintas di Tol Cipali.

Kata dia rata-rata kecepatan mobil penumpang di atas 100 km per jam, sementara truk yang membawa beban berlebih jauh di bawah rata-rata yakni kurang lebih 50 km per jam.

"Ini gap kecepatannya sangat berbahaya," kata dia.

Dengan perbandingan kecepatan tersebut, ia menilai mobil-mobil penumpang akan kesulitan menghindar. Apalagi di kondisi malam yang kurang pencahayaan.

Ia menambahkan mayoritas kecelakaan di tol yang menghubungkan Cikopo dan Palimanan itu terjadi antara mobil penumpang dan truk.

"Ya bayangkan dengan kecepatan tersebut terus menghadapi truk yang berpindah jalur. Ini bisa jadi tidak ada kesempatan menghindar. Jadi risiko tabrak depan dan belakang semakin besar," ucap dia.

Achmad mengatakan hal yang bikin tingkat kematian tinggi akibat kecelakaan juga disebabkan oleh truk yang tidak punya bumper belakang maupun samping.

Hal ini menambah fatalitas terhadap dampak kecelakaan yang dialami mobil penumpang.

"Karena saat nabrak kalau tidak ada bumper atau yang kami sebut perisai kolong ini, mobil akan masuk ke dalam yang membuat segala fitur keselamatan mereka percuma. Kenapa, kalau nabrak itu kan langsung masuk ke dalam, terus kepala yang di kabin mobil pasti akan menghantam sasis," ucap dia.

Maka dari itu ia kini tengah mendorong berbagai upaya untuk menekan angka fatalitas dan kecelakaan di Tol Cipali. Upaya yang diinginkan yakni menambah jumlah rest area atau tempat istirahat hingga pemasangan sistem tilang berbasis kamera atau ETLE yang menyasar pengemudi doyan ngebut.

"Terus juga kami ingin ada nanti manajemen truk ODOL ini. Dan untuk kamera ETLE diharapkan akan membantu menekan angka kecepatan mobil di sana," kata dia.

[Gambas:Video CNN]



(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER