Viral Jimny Copot Pelat TNI demi Pertalite, Seharusnya Isi BBM Apa?

CNN Indonesia
Selasa, 24 Jan 2023 20:28 WIB
Sebuah video pengguna Suzuki Jimny berpelat dinas TNI AD mengisi bahan bakar berjenis Pertalite viral di media sosial. Suzuki Jimny didatang dari Jepang ke Indonesia. (Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video pengguna Suzuki Jimny berpelat dinas TNI AD mengisi bahan bakar berjenis Pertalite viral di media sosial. Video itu diunggah akun Instagram Undercover, Selasa (24/1).

Dalam materi video singkat itu terlihat seorang pengguna mobil disebut ingin meyakini petugas SPBU bahwa mobil "dapat" jatah BBM Pertalite dengan cara melepas pelat kedinasan yang menutupi pelat nomor warna hitam.

"Ini pelatnya bisa ganti-ganti," kata seseorang yang diduga merekam video tersebut.

Dalam keterangan unggahan dijelaskan kejadian itu terjadi pada 16 Januari 2023 di SPBU rest area Tol Jakarta-Cikampek.

Menurut seorang yang berhasil merekam kejadian itu, mobil tersebut hendak mengisi bahan bakar berjenis Pertalite, namun ditolak petugas karena memakai pelat dinas tentara. Seperti diketahui, pelat kedinasan dilarang menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite.

Di luar kasus tersebut, sebetulnya bahan bakar minyak jenis apa yang cocok untuk mesin Suzuki Jimny?

Mobil tersebut diketahui merupakan generasi anyar Jimny yang meluncur di Indonesia pada 2019.

Mobil ini menggunakan mesin berkode K15B empat silinder berkubikasi 1.462 cc yang dapat melepas 100,6 HP pada 6.000 rpm dan torsi 130 nm pada 4.000 rpm.

Mesin ini memiliki rasio kompresi 10:1 yang artinya Jimny masih dapat menggunakan bahan bakar dengan kadar RON 90 setara Pertalite hingga RON 92 setara Pertamax.

"Untuk Suzuki Jimny rekomendasinya pakai Pertamax. Tapi untuk Pertalite juga masih bisa dipakai," kata Hariadi, Asst. to Service Dept. Head Suzuki Indomobil Sales, Selasa (24/1).

Suzuki dalam keterangan resminya menjelaskan konsumen wajib menggunakan jenis bahan bakar yang cocok untuk kendaraannya.

Menurut perusahaan, kecocokan bahan bakar dengan mesin mobil merupakan hal yang sangat penting agar kendaraan tidak mengalami kendala.

Berikut ini rekomendasi dari pabrik:

Pertalite

Pertalite merupakan jenis bahan bakar kedua yang bisa digunakan untuk mesin mobil dengan oktan 90. perbandingan kompresi pada mesin mobil yang menggunakan bahan bakar pertalite adalah antara 9:1 hingga 10:1.

Bahan bakar pertalite identik dengan warna hijau yang cenderung gelap. Pertamax merupakan bahan bakar yang bisa menghasilkan tarikan mesin lebih halus jika dibandingkan dengan premium.

Pertamax Biru

Bahan bakar Pertamax merupakan jenis yang paling umum digunakan untuk mobil. Hal ini dikarenakan Pertamax dinilai sebagai bahan bakar yang ideal. Besaran oktan pada mesin mobil yang menggunakan bahan bakar Pertamax adalah senilai 92.

Kendaraan yang bisa menggunakan bahan bakar Pertamax adalah kendaraan yang memiliki rasio 10 banding 1 sampai 11 banding 1. Besaran hasil ini dapat dilihat dari spesifikasi kendaraan yang sudah ditentukan dari pabrik.

[Gambas:Instagram]

Pertamax Racing

Pertamax Racing merupakan jenis bahan bakar yang bisa digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan sangat tinggi. Bahan bakar ini biasanya dipilih untuk mobil yang yang digunakan untuk menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi.

Besaran akan kendaraan yang menggunakan bahan bakar Pertamax Racing adalah di atas 100. Sementara untuk perbandingan rasio yang ada pada kompresi di atas 13:1.

Pihak Pertamina buka suara

PT Pertamina (Persero) buka suara. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengimbau agar masyarakat menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Sehingga BBM bersubsidi dapat digunakan oleh masyarakat yang berhak," kata Irto kepada detik, Selasa (24/1/2023).

[Gambas:Video CNN]



(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER