Kendaraan taktis (rantis) Rimueng milik Korps Brigadir Mobil (Brimob) Polri kini menjadi sorotan publik setelah insiden ojek online (ojol) terlindas hingga tewas pada Kamis (28/8). Sebelum peristiwa ini Rimueng juga sempat digunakan buat melindungi Bupati Pati kontroversial Sudewo saat didemo warga pada Rabu (13/8).
Sudewo saat itu terlihat menaiki Rimueng untuk menghampiri massa yang berdemonstrasi di depan kantor Bupati. Ketika di lokasi Sudewo sempat keluar setengah badan sambil memegang mikrofon dari pintu atap rantis untuk berbicara ke para demonstran.
Tak lama kemudian Sudewo dilempari pengunjuk rasa yang membuat personel polisi bertameng naik ke atap untuk melindunginya. Sudewo akhirnya masuk ke Rimueng untuk berlindung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spesifikasi Rimueng
Rimueng diketahui bisa mengangkut empat orang di kabin. Formasi duduk yaitu dua orang di depan, sopir dan komandan tim, sementara di belakang dapat diisi VVIP atau personel.
Rantis ini juga sanggup membawa delapan orang menggantung di kanan dan kiri bodinya menggunakan pegangan dan pijakan kaki khusus. Dua orang lagi juga bisa menggantung di belakang.
Rimueng memiliki panjang 5,33 meter, seluruh bodinya ditutup pelat besi dan kaca jendelanya punya ketebalan NIJ level 3.
Mobil ini didesain sebagai kendaraan pendukung transportasi personel untuk berbagai tugas operasi patroli jarak jauh, penanganan unjuk rasa, pengamanan VVIP dan kendaraan pertempuran konvensional dengan kecepatan 100 km per jam di perkotaan.
Selain itu Rimueng juga bisa diajak bergerak di medan ekstrem hingga kemiringan 60 derajat.
Kelengkapan Rimueng di antaranya adalah mounting gun untuk senapan serbu, dua volcano gas air mata berisi 15 amunisi kaliber 38 mm, lampu tembak, LED bar, lampu kabut, strobo dan alat komunikasi radio.
![]() |
Insiden lindas ojol
Peristiwa nahas Rimueng menewaskan satu orang terjadi pada Kamis (28/8), saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang terus meluas di depan Gedung DPR.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat seorang pria berjaket hijau, yang belakangan diketahui bernama Affan Kurniawan, ditabrak rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Insiden itu langsung memicu amarah massa di sekitar. Pengemudi rantis yang sempat berhenti memilih tancap gas dan diduga melindas tubuh korban.
Menurut keterangan saksi, Affan kala itu tengah bekerja menyelesaikan orderan, bukan bagian dari massa unjuk rasa.
(ryh/fea)