Bocoran Insentif: EV Baterai Nikel Berpeluang Dapat Lebih Besar

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 14:50 WIB
Menperin Agus Gumiwang menanggapi adanya kemungkinan itu bila kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil.
Pemerintah tengah menggodok insentif baru untuk industri otomotif agar dapat diterapkan tahun ini. Suzuki Indomobil Sales
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah tengah menggodok insentif baru untuk industri otomotif agar dapat diterapkan tahun ini. Skema anyar dibuat lebih terperinci, dan kendaraan listrik menggunakan material nikel disebut berpeluang memperoleh stimulus lebih besar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menanggapi adanya kemungkinan itu bila kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel sebaliknya.

"Tapi yang paling penting, bagi kita untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan itu juga lebih detail lagi insentifnya," kata Agus di Jakarta pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bilang prinsip utama dalam usulan terbaru ini adalah keterikatan insentif dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan batas emisi. Artinya, tidak semua kendaraan praktis mendapatkan insentif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian. Jadi TKDN dan emisi," ucap Agus.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai mengatur batas harga kendaraan di tiap segmen sebagai syarat penerima insentif. Langkah ini disebut Agus sebagai upaya menjaga manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

"Dan kita dalam usulan baru ini kita menetapkan harga. Harga yang kita tetapkan dari masing-masing segmen agar mereka bisa mendapatkan manfaat. Dan tentu yang harus digarisbawahi ini adalah kami sangat memperhatikan konsumen," ujarnya.

Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan fokus pemerintah adalah mendorong pembeli pertama agar adopsi electric vehicle (EV) semakin luas.

"Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan," tutur Agus.

Agus menambahkan usulan mengenai insentif kendaraan bermotor telah diberikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dia lantas memastikan skema stimulus kali ini tidak lagi bersifat umum, melainkan jauh lebih terperinci dibandingkan periode pandemi Covid-19.

"Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibandingkan dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN dan sebagainya itu kita buat lebih detail," ujar Agus.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER