Recall Nyaris 13 Juta Mobil Sepanjang 2025, Produsen Ini Malah Bangga
Ford mencetak rekor jumlah unit recall sepanjang 2025 dengan catatan nyaris 13 juta unit. Bagi sebagian produsen pencapaian ini memunculkan citra negatif, tetapi bagi Ford justru ditanggapi sebagai sebuah pencapaian.
Kepala Operasional Ford Kumar Galhotra mengatakan konsumen perlu tahu Ford berkomitmen mendukung kualitas produk-produknya.
"Kualitas awal kami telah meningkat secara substansial tahun ini, dan jika terjadi sesuatu yang salah dengan kendaraan mereka, saya ingin mereka tahu bahwa kami akan bertindak cepat untuk menanganinya." kata Kumar, seperti diberitakan Carscoops, Senin (5/1).
Ford menempati posisi pertama dari sepuluh produsen otomotif lainnya di Amerika Serikat (AS) soal recall tahun lalu. Tercatat Ford telah melakukan 152 recall atau setara dengan satu mobil setiap dua setengah hari.
Jumlah 13 juta kendaraan Ford yang recall pada 2025 bahkan lebih besar dibanding total sembilan produsen lainnya dengan selisih 23,59 ribu unit.
Daftar produsen dengan jumlah recall terbanyak di AS:
- Ford 12.930.696
- Toyota 3.223.256
- Stellantis 2.776.952
- Honda 1.560.813
- Hyundai 1.078.212
- General Motors 998.260
- Kia 982.346
- Nissan 874.265
- Tesla 745.075
- Volkswagen 663.663
Perangkat lunak diklaim sebagai penyebab utama recall produk-produk Ford. Sebanyak 40 recall justru berasal dari masalah memastikan pembaruan ulang dari perbaikan sebelumnya terunduh dengan benar.
Menurut Kumar, biaya yang dikeluarkan untuk garansi justru menurun. Ini menunjukkan produk Ford memiliki kualitas yang terjamin dan penarikan kembali tidak berasal dari penurunan kualitas produk.
"Itu jelas terkait langsung dengan peningkatan kualitas awal kendaraan yang kami jual, serta peningkatan biaya perbaikan, dan penurunan biaya perbaikan untuk kendaraan yang sudah berada di tangan pelanggan" tuturnya.
Walaupun Consumer Reports memasukkan Ford ke dalam bagian dari peringkat teratas perihal peningkatan kendala, perusahaan mengaku kualitas kendaraan produksi 2025 termasuk yang terbaik sejauh ini.
(iqb/fea)