Ikuti China, AS Bakal Larang Gagang Pintu Elektronik Mobil Listrik
Sebuah rancangan undang-undang baru telah diperkenalkan di Amerika Serikat terkait pelarangan penggunaan gagang pintu elektrik yang secara eksplisit menyebut Tesla dan Elon Musk.
RUU yang dijuluki "Securing Accessible Functional Emergency (SAFE) Exit Act" ini bertujuan memaksa produsen mobil memasang mekanisme pembuka pintu manual jika terjadi kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gagang pintu elektrik yang dapat keluar-masuk otomatis, seperti digunakan di mobil listrik Tesla dan BYD, telah menjadi simbol desain EV modern masa kini.
Daya tarik utamanya berasal dari efisiensi aerodinamika bodi mobil, yang membantu produsen mendapatkan peningkatan jarak tempuh walau sangat kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ringkas, desain tersebut menimbulkan kekhawatiran di mana pintu berpeluang tak terbuka saat kecelakaan sehingga evakuasi penghuni kabin menjadi lebih sulit.
Anggota DPR AS Robin Kelly (IL-02) menyebut SAFE Exit Act dibuat untuk mewajibkan produsen membuat pintu manual yang mudah diakses.
"Hari ini, Anggota DPR AS Robin Kelly (IL-02) memperkenalkan sebuah RUU yang menangani kekhawatiran keselamatan pada pintu kendaraan listrik, termasuk pintu Tesla yang telah menjebak orang di dalam mobil mereka sendiri. Setidaknya 15 orang telah meninggal dalam kecelakaan mobil akibat pintu Tesla yang tidak dapat terbuka," kata Kelly dalam pernyataannya, disiarkan Electrek, Kamis (8/1).
RUU ini disebut mewajibkan National Highway and Traffic Safety Administration (NHTSA) menerbitkan aturan final yang menetapkan persyaratan kinerja dan pelabelan untuk pintu elektrik. Secara khusus, aturan ini akan mewajibkan "pembuka manual yang mudah ditemukan untuk setiap pintu."
Kelly juga menyampaikan komentar keras terhadap CEO Tesla.
"Keuntungan dan, apalagi, gaya, seharusnya tidak didahulukan dibandingkan nyawa manusia. Elon Musk dan desain Tesla miliknya tidak aman maupun efisien, dan hal itu telah merenggut nyawa. Ketika kecelakaan atau hilangnya daya membuat pengemudi dan penumpang terjebak di dalam mobil mereka sendiri, itu bukan inovasi-itu adalah kegagalan keselamatan," kata Kelly.
RUU tersebut juga akan mewajibkan produsen menyediakan cara bagi petugas penyelamat mengakses kendaraan dari luar ketika daya hilang.
Langkah dari AS ini mengikuti inisiatif serupa yang akan diberlakukan China dimulai 2027 dengan alasan serupa.
(ryh/fea)[Gambas:Video CNN]

