TIPS OTOMOTIF

Jangan Asal Terabas, Kenali Batas Aman Motor Matic Lintasi Banjir

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 16:09 WIB
Jika genangan air atau gelombangnya bisa mencapai komponen seperti knalpot atau filter udara sebaiknya hindari banjir.
Jika genangan air atau gelombangnya bisa mencapai komponen seperti knalpot atau filter udara sebaiknya hindari banjir. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah mulai dilanda banjir imbas curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Pengendara motor, terutama berjenis matic, wajib berhati-hati agar tidak mengalami masalah ketika melewati genangan banjir.

Motor matic sebenarnya tidak dirancang melintasi genangan air tinggi dan berbagai medan ekstrem. Ada batas ketinggian air yang dapat dilalui agar tetap aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Batas ketinggian air paling aman dilalui motor matic adalah antara 10 sampai 15 cm, berdasarkan situs resmi produsen motor terbesar di dalam negeri Astra Honda Motor.

Setiap motor matic memiliki ketahanan berbeda terhadap ketinggian genangan air. Indikator lain yang dapat digunakan adalah ketika ketinggian air sudah sejajar dengan lubang knalpot, filter udara, CVT atau footstep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika ketinggian air sudah sejajar dengan komponen itu, pengendara disarankan tidak melintasi genangan lebih jauh lagi dan segera menghindari banjir. Alasannya, motor yang tergenang air dapat mengalami masalah hingga kerusakan serius.

Berbagai kemungkinan dapat terjadi jika Anda memaksakan motor melewati genangan air yang melampaui batas aman. V-belt atau bagian CVT yang harusnya selalu kering dapat basah dan berpotensi selip saat ruang CVT kemasukan air.

Lihat Juga :

Filter udara yang merupakan penyaring kotoran bisa juga jadi akses masuk air hingga ke ruang pembakaran sampai terjadi water hammer. Saat itu terjadi komponen internal bisa rusak seperti piston bengkok dan pecah, perbaikan ini merepotkan serta butuh biaya besar.

Oli juga dapat tercampur kotoran akibat kemasukan air banjir. Lama-kelamaan, oli tidak dapat bekerja optimal sehingga komponen dalam motor menjadi berkarat dan rusak.

(iqb/fea)


[Gambas:Video CNN]