Tak Hanya di Indonesia, BYD Laris Manis di Malaysia
Penjualan mobil listrik tak hanya melonjak di Indonesia, di negara tetangga Malaysia juga demikian. Mirip di Indonesia, merek mobil listrik yang paling banyak dibeli adalah BYD.
Berdasarkan data jumlah pendaftaran kendaraan listrik (EV) dari Departemen Transportasi Jalan (JPJ), BYD tampil dominan dengan jumlah mobil listrik baru yang terdaftar di Malaysia tembus 14.407 unit.
Jumlah itu jauh meninggalkan para kompetitor yang mencoba peruntungan di segmen mobil listrik di Malaysia.
Sementara di Indonesia, BYD berhasil menguasai puncak klasemen mobil listrik dengan angka distribusi 46.711 unit dan retail 44.342 unit.
Selanjutnya, merek lokal Proton berhasil menempati posisi kedua dengan penjualan 8.890 unit, terpaut cukup jauh dari BYD. Model eMas 7 menjadi kontributor utama, sementara eMas 5 hanya menyumbang sebagian kecil.
Melengkapi podium bersama BYD dan Proton adalah Tesla. Merek asal Amerika Serikat ini cukup agresif dengan model yang terregistrasi selama 2025 mencapai 7.282 unit. Selisih antara Proton dan Tesla lebih kecil dibanding jarak dengan BYD, yakni hanya 1.708 unit.
Di luar tiga besar, posisi keempat ditempati Zeekr dengan 2.560 unit terdaftar sepanjang tahun, sebagian besar berasal dari model 7X.
Merek premium asal China ini mengungguli merek lain seperti Xpeng pada peringkat kelima 1.536 unit dan Denza peringkat ketujuh 1.200 unit, sementara BMW berada di posisi keenam dengan 1.493 unit.
Pendatang iCaur menempati posisi kedelapan dengan 879 unit melalui model perdana yang dirilis September yaitu 03. Model kedua direncanakan meluncur tahun ini yaitu V23.
Selanjutnya Porsche berada di posisi kesembilan dengan 739 unit, sedangkan Mini menutup 10 besar dengan 672 unit.
(ryh/fea)