Lihat Langsung Cara BYD Siksa Mobil di China Sebelum Dijual
Jalan kepiting
Selain menghadapi kecepatan tinggi, medan tak rata dan tak stabil, BYD memamerkan bagaimana produk mereka juga bisa menghadapi situasi tak normal lainnya, yakni jalanan yang licin dan manuver dinamis dalam kecepatan yang rendah hingga menengah di zona Kick-Plate dan Dynamic Paddock.
Pada zona Kick-Plate, sirkuit ini menyajikan pengalaman pelanggan dan mobil BYD tetap bisa memegang kendali meski menghadapi jalanan yang sanggup membuat pengemudi banting setir dan terlempar bila menggunakan mobil biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lintasan licin yang dibasahi dan suhu Zhengzhou di puncak musim dingin, sudah cukup membuat ban tak bisa menggigit jalanan. Apalagi di tengah lintasan, pelatnya bergerak secara aktif dan mendadak untuk mengganggu arah roda untuk bisa menghasilkan sensasi kendaraan tergeser tanpa peringatan.
Namun teknologi yang dihadirkan BYD dalam mobilnya menjamin pengemudi tetap bisa memiliki kendali dan melalui rintangan dengan mulus. BYD menyebut fitur ini bukan hanya sekadar pelengkap keselamatan mengemudi, tetapi "pendamping aktif bagi pengemudi dalam menghadapi situasi darurat di jalan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dalam area Dynamic Paddock, BYD mencoba menghadirkan pengalaman mengendarai mobil listrik mereka dengan berbagai manuver yang dinamis dalam kecepatan yang terbilang normal. Ada berbagai skenario dalam area ini, termasuk slalom standar, moose test, dan parkir otomatis.
Setelahnya, BYD pamer salah satu fitur canggih mereka yang mungkin berguna bagi banyak orang yang tinggal di Indonesia, yakni Intelligent Parking. Teknologi anyar ini memungkinkan pengguna memarkir dalam tiga kondisi: tanpa pengemudi atau secara autopilot di antara dua mobil, memarkir di slot samping tembok, dan memarkir paralel dengan gaya jalan menyamping mirip kepiting.
Dengan mode parkir secara autopilot, pengemudi bisa menyuruh mobil parkir di lokasi parkir dari luar kendaraan. Dengan sensor pintar, mobil akan memarkir secara presisi di ruang yang tersedia tanpa pengemudi harus mengira-ngira jarak agar tak menabrak mobil tetangga. Hal serupa juga terjadi dengan mode parkir samping tembok.
Kemudian dengan mode parkir paralel yang menggunakan simulasi pengujian e3 Platform, mobil seperti pada Denza Z9GT akan menggunakan ban belakang untuk memindahkan posisi mobil sehingga masuk ke area parkir yang tersedia. Ini menjadi solusi bagi pengemudi yang masih belum mulus dalam melakukan parkir paralel.
"Teknologi ini memungkinkan setiap roda menerima distribusi tenaga dan torsi secara presisi dan mandiri. e3 Platform memungkinkan mobilnya untuk dapat melakukan Compass Turn yang memampukan roda belakang berputar secara mandiri dan roda belakang tetap pada tempatnya," kata BYD.
"Dengan begitu, Crab Walk dapat dilakukan dimana mobil dapat bermanuver secara diagonal yang memudahkan kendaraan berpindah jalur atau menghindari rintangan di ruang sempit."
Ngecas ngebut
Sirkuit ini juga sebenarnya masih memiliki medan lainnya, yakni Wading Pool yang memungkinkan pengunjung melihat sendiri bahwa mobil tak kenal mogok apalagi korsleting dalam menghadapi banjir dan genangan.
Dalam zona ini, mobil listrik Yangwang U8 melintasi penyeberangan air sepanjang 70 meter dengan ketinggian air hingga setinggi ban. Dengan teknologi platform e4, BYD ingin memastikan bahwa kendaraan mereka masih bisa berfungsi optimal dan keamanan pengendara tetap terjaga dalam kondisi tersebut.
Selain segala bentuk medan lintasan, sirkuit ini juga memamerkan teknologi charging sangat cepat bernama Megawatt Flash Charging. Fasilitas ini menghasilkan output hingga lebih dari 1.000 kW dan memungkinkan pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam lima menit.
Bagi BYD, inovasi ngecas ngebut ini menjadi salah satu solusi yang mereka tawarkan dalam menjawab tantangan infrastruktur untuk menunjang kendaraan listrik. Dalam kesempatan terpisah, General Manager of the Asia-Pacific Auto Sales Division BYD, Liu Xueliang, mengakui permasalah ketimpangan infrastruktur mobil listrik ini.
"Selama setahun terakhir kami menerima sejumlah komentar dari pelanggan, misalnya adalah mereka mengeluhkan infrastruktur yang belum memadai untuk kendaraan listrik di negara mereka," kata Liu saat berjumpa dengan awak media Indonesia di Zhengzhou, 15 Januari 2026.
"Sebagai BYD, kami mengambil cerita tersebut sebagai tanggung jawab kami juga untuk ikut membantu mengatasi masalah pelanggan kami."
Hal serupa juga diungkap Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, soal keberadaan sirkuit tersebut. Bagi Zhao, sirkuit ini bukan hanya sekadar ajang pamer teknologi dari BYD, tetapi juga mengenalkan peran sirkuit sebagai platform pengalaman dan pembelajaran.
"Melalui sirkuit All-terrain ini, kami dapat memperlihatkan bagaimana teknologi inti BYD, mulai dari sistem penggerak listrik, kontrol elektronik presisi, hingga manajemen energi, bekerja secara terintegrasi dalam berbagai kondisi ekstrem," kata Zhao dalam pernyataannya.
"Teknologi yang ditampilkan juga dirancang untuk beradaptasi dengan beragam kondisi jalan dan kebutuhan mobilitas, sehingga relevan untuk pasar seperti Indonesia yang memiliki karakter geografis yang beragam."
(end/fea)[Gambas:Video CNN]
