EVOLUTION INDONESIA FORUM

Moeldoko Periklindo Soal Insentif Mobil Listrik Disetop: Enggak Ngaruh

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 13:23 WIB
Menurut Ketum Periklindo Moeldoko, insentif yang disetop bikin kaget masyarakat tetapi bukan pelaku industri.
Menurut Ketum Periklindo Moeldoko, insentif yang disetop bikin kaget masyarakat tetapi bukan pelaku industri. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan keputusan pemerintah menghentikan insentif mobil listrik pada 31 Desember 2025 'enggak ngaruh' bagi pelaku industri otomotif.

Dia memahami hal itu bikin kaget masyarakat, tetapi dia bilang jangan khawatir karena harga mobil listrik akan semakin murah.

Lihat Juga :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada dua insentif yang sudah disetop, yakni untuk mobil listrik rakitan lokal Completely Knock Down (CKD) dan impor Competely Built Up (CBU). Keduanya telah membuat harga mobil listrik di dalam negeri makin terjangkau masyarakat luas.

Bagi mobil listrik impor CBU diberikan bebas bea masuk dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah. Sedangkan untuk mobil listrik CKD dengan TKDN minimal 40 persen mendapatkan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa insentif itu harga mobil listrik pada tahun ini diperkirakan bakal naik setidaknya 10 persen.

"Sebenarnya dari dunia industri sudah paham, karena pada saat awal-awal kita membuat regulasi, insentif itu hanya diberikan dua tahun. Jadi bagi para industri yang ingin membangun mobil listrik di Indonesia, itu sudah tahu batasannya," kata Moeldoko di EVolution Indonesia Forum yang digelar CNN Indonesia di Jakarta pada Selasa (3/2).

Kata Moeldoko yang jadi permasalahan adalah masyarakat tak lagi bisa menikmati harga 'murah' mobil listrik setelah insentif dihentikan.

"Nah persoalannya bagi masyarakat Indonesia yang selama ini sudah pernah merasakan dengan adanya perubahan atau pencabutan insentif ini pasti sedikit terkejut. Tetapi saya tetap yakin masyarakat akan melihat manfaat yang jauh melebihi dari insentif itu sendiri," katanya.

Menurut Moeldoko masyarakat semestinya tak perlu khawatir lantaran harga mobil listrik di masa depan bakal lebih murah. Hal ini dilatarbelakangi kemajuan pengembangan teknologi, terutama baterai, serta tingkat persaingan inovasi yang tinggi antarprodusen.

Dia menggambarkan setelah suatu mobil listrik murah meluncur, hanya dalam hitungan bulan bisa bermunculan pesaingnya yang lebih murah lagi.

Moeldoko juga menjelaskan banyaknya produsen mobil listrik di dalam negeri meningkatkan pilihan bagi konsumen. Dari sisi produsen, ini disebut upaya memahami kebutuhan konsumen sementara dari sisi konsumen beragam pilihan berarti bisa memilih model mobil listrik lebih presisi sesuai kebutuhan.

"Dari alasan itu maka saya percaya dengan kebijakan itu [menyetop insentif] tidak banyak berpengaruh," tutur dia.

(fea)


[Gambas:Video CNN]