IIMS 2026

Daihatsu Belum Minat Jual Mobil Listrik di Indonesia

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 09:04 WIB
Mobil listrik komersial jenis minibus Daihatsu e-Hijet Cargo meluncur di Jepang pada Senin (2/2/2026). (Daihatsu Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempuran mobil listrik murah di Indonesia belum menarik minat Daihatsu untuk ikut berpartisipasi. Hal yang paling dipertimbangkan saat ini adalah kesiapan pasar.

Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication Astra Daihatsu Motor (ADM), menyampaikan, sebagai pabrikan yang identik dengan mobil terjangkau dan pembeli mobil pertama, perusahaan melihat peluang mobil listrik harga ramah kantong memang terbuka.

Hanya saja, semua akan bermuara pada kebutuhan konsumen, tak bisa hanya sekadar ikut tren pasar secara instan.

"Balik lagi, kami melakukan survei ya. Karena market kami di seluruh wilayah Indonesia, makanya kami balik lagi ke kebutuhan mereka," kata Agung di Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/2).

Ia juga menilai jalan menuju elektrifikasi model EV murni butuh waktu dan persiapan tidak sebentar.

"Karena mereka mau atau tidak terhadap elektrifikasi, mungkin perlu saya katakan butuh waktu. Butuh waktu di Indonesia," kata Agung.

Agung melanjutkan pihaknya telah memetakan setidaknya tiga kekhawatiran utama calon konsumen, khususnya pembeli mobil pertama (first car buyer), terhadap mobil listrik.

Pertama, soal status mobil sebagai aset jangka panjang.

Bagi konsumen Daihatsu, kata Agung, mobil bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset. Lalu, kata dia akan muncul pertanyaan apakah mobil listrik bisa bertahan lama?

Untuk diketahui juga tidak sedikit mobil listrik di Indonesia yang kini memiliki nilai jual kembali jauh dari harga baru, meskipun masa pakai konsumen relatif singkat.

"Yang pertama adalah mobil ini kan aset ya, aset ini bisa untuk long term nggak? Namanya juga aset, dia berharap aset itu tidak akan menjadi beban untuk mereka," ujarnya.

Kedua, soal konsumsi energi. Alih-alih hanya melihat harga beli, konsumen justru menghitung biaya operasional harian. Kekhawatiran mereka biasanya mengenai potensi lonjakan biaya listrik rumah tangga. Ketiga terkait aspek pemeliharaan selama penggunaan.

"Untuk mereka yang pemakaian listrik itu masih sangat menjadi hal yang dia pertimbangkan," katanya.

Ketika ditanya apakah konsumen Daihatsu siap menerima mobil listrik murah, Agung menjawab tegas.

"Belum, Itu wilayah Daihatsu ya. Nggak tau yang lain. Kurang lebih seperti itu," ungkapnya kemudian.

Sebagai informasi, Daihatsu sebelumnya telah meriset satu mobil listrik di Indonesia yang ditengarai bakal menjadi produk EV termurah asal pabrikan Jepang.

Mobil dibangun berdasarkan konversi produk LCGC Ayla dan riset muncul ke permukaan sejak hampir empat tahun lalu. Mobil konsep ini membawa motor listrik 60 kW dan baterai lithium-ion berkapasitas 32 kWh.

Kabar dari dealer pada GIIAS 2022, Ayla EV rencananya ingin dijual Rp250 juta sampai dengan Rp300 juta.

(ryh/fea)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Persaingan Mobil Listrik di IIMS 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK