Hasil Investigasi Jetour T2 Terbakar Usai Ditabrak di Tol Jagorawi

CNN Indonesia
Minggu, 15 Feb 2026 14:31 WIB
KNKT memaparkan Jetour T2 mengalami kerusakan berat pada ban depan dan belakang sisi kiri usai ditabrak, lalu muncul api hingga mobil terbakar.
KNKT memaparkan Jetour T2 mengalami kerusakan berat pada ban depan dan belakang sisi kiri usai ditabrak, lalu muncul api hingga mobil terbakar. (CNNIndonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jetour Sales Indonesia bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan hasil investigasi atas insiden lalu lintas yang melibatkan mobil Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi.

Audiensi investigasi dipimpin oleh Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub bersama jajaran dan dihadiri Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Ketua Tim Kelompok Substansi Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor, perwakilan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi, serta tim Jetour.

"Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan, serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil investigasi yang dipaparkan, sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai desain dan standar yang ditetapkan. Pada saat benturan terjadi, airbag mengembang secara penuh dan keselamatan di sisi penumpang tetap terlindungi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu struktur kendaraan tetap stabil, tidak terguling, serta pintu masih dapat dibuka secara normal setelah benturan serius, yang menunjukkan bahwa integritas struktur dan fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang serta memenuhi persyaratan keselamatan dan regulasi yang berlaku di Indonesia serta dunia.

Analisis teknis lebih lanjut menunjukan bahwa insiden tersebut merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang.

Kendaraan mengalami benturan ekstrem yang menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat. Akibat kondisi tersebut, terjadi gesekan langsung bagian bawah kendaraan dengan permukaan aspal sehingga api muncul sebagai dampak lanjutan usai benturan keras dan peristiwa tersebut menyebabkan kendaraan terbakar.

Peter Zhang, Presiden Direktur Jetour Sales Indonesia menyatakan sejak awal pihaknya berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta.

"Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi," ucap Zhang.

Zhang juga bilang akan komitmen untuk terus mematuhi seluruh ketentuan keselamatan yang berlaku di Indonesia, melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk, serta menjaga transparansi komunikasi kepada publik demi memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

Secara teknis, Zhang melanjutkan produk Jetour juga telah memenuhi standar ASEAN NCAP, ECE R153, ECE R34 dan regulasi lainnya untuk memastikan kesesuaian terhadap seluruh spesifikasi keselamatan dan regulasi yang berlaku di pasar domestik serta ketentuan peraturan lainnya yang menjadi acuan keselamatan kendaraan.

Insiden kecelakaan dan kebakaran dialami SUV asal China Jetour T2 saat melaju di Tol Jagorawi KM 31 B arah Jakarta pada Minggu (1/2). Kejadian ini terekam kamera dan viral di media sosial.

Dalam rekaman video, pengemudi T2 nampaknya sedang melintas di bahu jalan yang kemudian terkena hantaman dari sisi samping oleh sedan diduga BMW saat bermanuver hingga terpental ke depan dan sempat mengenai pembatas jalan.

Belum sempat SUV itu berhenti maksimal, mendadak api langsung menyebar dan membesar. Dalam rekaman juga terlihat penghuni kabin langsung keluar menyelamatkan diri.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]