Ratusan Ribu Pikap Diimpor dari India Buat Proyek Koperasi Merah Putih

CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 10:30 WIB
Sebanyak 105 ribu kendaraan komersial akan diimpor Agrinas Pangan Nusantara dari India buat proyek Koperasi Desa Merah Putih.
Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor 70 ribu kendaraan komersial Tata Motors dari India pada 2026. Terdiri dari 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu truk Ultra T.7. (Tata Motors)
Jakarta, CNN Indonesia --

BUMN Agrinas Pangan Nusantara, pelaksana utama pembangunan Kopersasi Desa Merah Putih di Indonesia, diketahui akan mengimpor 105 ribu kendaraan komersial termasuk pikap dari India tahun ini. Aktivitas ini menuai kritikan karena Indonesia merupakan produsen pikap dan dilakukan ketika industri otomotif lagi terpuruk.

Pada awal Februari ini ada dua produsen kendaraan komersial dari India, Mahindra & Mahindra dan Tata Motors, yang mengumumkan ekspor pikap ke Indonesia untuk Agrinas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 4 Februari 2026, Mahindra menyatakan bakal mengirim total 35 ribu unit pikap Scorpio pada tahun ini buat Agrinas guna mendukung proyek Koperasi Desa Merah Putih.

Nalinikanth Gollagunta, CEO, Automotive Division, Mahindra & Mahindra Ltd. di keterangan resminya mengatakan jumlah ekspor itu kira-kira sama seperti yang sudah dilakukan pada tahun fiskal 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah volume ekspor total kami seperti tahun fiskal 2025," ucap Gollagunta.

Pikap Mahindra Scorpio diproduksi di pabrik Nashik, Maharashtra, India. Scopio adalah satu-satunya produk yang ditawarkan Mahindra di Indonesia, produk ini meluncur pada Oktober 2019.

"Kami menantikan kerja sama ini dan untuk mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara," kata Gollagunta.

Pasokan pikap lainnya datang dari Tata Motors yang pada 10 Februari 2026 menyatakan anak perusahannya di dalam negeri, Tata Motors Distribusi Indonesia, mendapatkan pesanan 70 ribu unit untuk Agrinas.

Pesanan itu terdiri dari 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu truk Ultra T.7. Pesanan ini disebut sebagai terbesar yang didapat perusahaan.

Asif Shamim, Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia, mengatakan pesanan ini merefleksikan penerimaan kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan diri konsumen pada kemampuan operasinya di berbagai kondisi.

"Pengerahannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional," ujar Shamim di keterangan resminya.

Beda dari Scorpio, dua produk komersial Tata Motors ini tak dijual di Indonesia. Saat ini Tata Motors cuma melego pikap kecil Intra V20 dan truk Prima di Tanah Air.

Pikap Mahindra Scorpio.Pikap Mahindra Scorpio. (Mahindra Indonesia)

Total jumlah kendaraan komersial yang diimpor dari India untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih sebanyak 105 ribu unit. Angka ini hampir sama dengan jumlah penjualan pikap semua merek di dalam negeri sebesar 107 ribu unit sepanjang 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia sebenarnya sudah sanggup memproduksi pikap dengan kapasitas besar.

Ada banyak produsen pikap di dalam negeri, yakni Astra Daihatsu Motor, Isuzu Astra Motor Indonesia, Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, Suzuki Indomobil Motor, SGMW Motor Indonesia dan Sokonindo Automobile.

"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2).

(fea)


[Gambas:Video CNN]