Agrinas Sebut Mahindra Bakal Dirikan Pabrik di Indonesia Tahun Depan

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 15:10 WIB
Menurut Direktur Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Mahindra ingin mendirikan pabrik di Indonesia tahun depan untuk produksi 2027-2028. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadaan pikap 4x4 oleh BUMN Agrinas Pangan Nusantara melalui skema impor CBU dari India, nampaknya bakal berbuah investasi otomotif baru bagi Tanah Air. Produsen India, Mahindra, salah satu pengimpor kabarnya bakal mendirikan pabrik di Indonesia sebagai tindak lanjut kerjasama.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Agrinas Pangan Nusantara, yang menyebut produksi mobil Mahindra di dalam negeri bakal dimulai paling cepat tahun depan.

"Mereka segera mau produksi di Indonesia, dalam kontrak tertera, dia harus produksi di Indonesia 2027 sampai 2028," kata Joao melansir detik, Senin (2/3).

Joao bilang Mahindra tengah melirik wilayah Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi pabrik anyar. Pemilihan Subang dinilai sangat strategis karena lokasinya dekat dengan Pelabuhan Patimban, yang kini menjadi hub utama ekspor-impor otomotif nasional.

"Kayaknya mereka lagi penjajakan di Subang," ucapnya.

Ia menambahkan saat ini proses pembangunan jaringan dealer Mahindra telah berjalan di berbagai titik strategis untuk mendukung layanan pasca penjualan unit mereka bakal kebutuhan Koperasi Merah Putih.

"Ya, komitmen investasi, selain daripada dia membangun pabrik, sekarang ini dia membangun bengkel-bengkel di seluruh Indonesia, dan distributor," kata Joao.

Salah satu model yang akan diimpor dari India oleh Mahindra adalah Scorpio Pikap, yang menggendong mesin berjenis legendary 4-cylinder, turbo diesel 22. ltr mHawk. Mesin ini dapat melepas 140HP dan torsi sebesar 320 Nm.

Model ini didatangkan secara CBU sebanyak 35 ribu unit, beserta model lain Yodha dengan jumlah yang sama. Lalu merek India Tata juga berkontribusi dengan mengimpor truk roda enam Ultra T.7 dari Tata sebanyak 35 ribu unit.

Nilai pengadaan 105 ribu unit kendaraan komersial tersebut mencapai Rp24,66 triliun.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK