Harga Mobil Ditahan Tak Naik Saat Rupiah Anjlok, Sampai Kapan?

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 10:50 WIB
Suasana Stand Citroen di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu 16 Februari 2025. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Sejumlah produsen mobil mengatakan belum bakal menaikkan harga jual imbas rupiah melemah, tapi kuat sampai kapan? (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga menembus level Rp18 ribu. Kondisi ini berpeluang memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional, termasuk memicu kenaikan harga kendaraan baru.

Meski demikian, sejumlah produsen otomotif nasional mengaku belum berencana melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat. Banyak dari mereka memilih memantau perkembangan kondisi ekonomi saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Business Unit Chery Indonesia, mengatakan perusahaan belum akan menaikkan harga jual kendaraan meski kurs dolar terus menguat.

"Kami masih memantau pergerakan dari kondisi perekonomian saat ini, sampai saat ini kami belum melakukan penyesuaian harga," kata Budi saat dihubungi, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, menyampaikan pihaknya masih mengamati dampak pelemahan rupiah terhadap bisnis mereka.

"Kami terus memantau pergerakannya secara saksama sekaligus mengevaluasi dampaknya," ujar Donny.

Donny bilang salah satu strategi yang dilakukan untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar adalah dengan memaksimalkan penggunaan komponen lokal pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.

"Strategi utama kami adalah terus mengoptimalkan penggunaan komponen lokal yang ada guna membantu menjaga kestabilan harga," kata dia.

Selain itu, perusahaan menegaskan fokus mereka saat ini menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Fokus kami saat ini adalah terus menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, yang menjadi strategi kunci untuk mempertahankan kepercayaan konsumen," lanjut Donny.

Sementara itu, Anton Jimmy, CEO perusahaan jaringan deler terbesar Toyota, Auto2000, mengakui kondisi nilai tukar menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku industri. Namun keputusan penyesuaian harga kendaraan tetap mempertimbangkan waktu dan kemampuan pasar untuk menerimanya.

"Kita kan menaikkannya sesuai dengan timing dan angka yang harapannya ya masih bisa diterima oleh masyarakat. Makanya saya juga terus mengimbau ke teman-teman di cabang, pada customer," kata Anton.

Ia lalu mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana membeli mobil atau melakukan servis kendaraan untuk tidak menunda.

"Ya kalau memang butuh ya untuk tadi ya pembelian mobil, kemudian servis. Ya jangan ditunda-tunda gitu ya. Karena kalau melihat kondisi ini kan banyak kondisi yang kita tidak bisa kontrol," kata Anton.

"Baik dari suku bunga, kemudian biaya-biaya gitu. Jadi kalau memang dibutuhkan ya segeralah gitu ya," ujarnya lagi.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]