Pergerakan Destinator Jadi Tulang Punggung Baru Mitsubishi Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 09:05 WIB
Menurut MMKSI Destinator memimpin segmennya dengan pangsa pasar 71,3 persen. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan Mitsubishi Motors di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan dinamika menarik, terutama setelah kontribusi model terbaru mereka, Destinator, terlihat menguat. SUV ini perlahan menjadi tulang punggung baru di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang makin ketat.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi finis pada urutan ketiga merek terlaris dalam negeri dengan perolehan 71.781 unit dan pangsa pasar 8,9 persen.

Lalu dari sisi retail, pangsa pasar Mitsubishi 8,4 persen dengan jumlah penjualan 70.338 unit.

Atsushi Kurita, Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan Destinator menjadi salah satu kontributor besar penjualan Mitsubishi. Bahkan, model ini diklaim berhasil memimpin pasar di kelasnya.

"Destinator memimpin di kelasnya dengan pangsa pasar sebesar 71,3 persen," ucap Kurita akhir pekan kemarin.

Kurita turut mengurai sejumlah model lain dari Mitsubishi yang tampil baik selama 2025 bergulir. Misalnya L300 yang mempertahankan dominasinya dengan porsi 47,5 persen di kelasnya, Xpander dan Xpander Cross dengan 24,2 persen ,Pajero Sport dengan 34,7 persen, Triton 36,1 persen ,serta Xforce 11,2 persen.

"Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil," kata dia.

Kurita cukup optimistis penjualan Mitsubishi semakin moncer pada 2026 sehingga target pangsa pasar dua digit dapat tercapai.

Untuk saat ini pangsa pasar wholesales Mitsubishi di Januari 2026 telah meningkat cukup signifikan menjadi 10,4 persen (6.898 unit) serta retail 9,2 persen (6.141 unit).

"Melalui berbagai inisiatif tersebut, kami menargetkan pencapaian pangsa pasar dua digit pada tahun fiskal mendatang," kata Kurita.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK