Cara Cek Ban Mobil Agar Siap Dipakai Mudik
Momen mudik bakal terjadi pada bulan ini, di mana Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 76,24 juta orang bakal bergerak menggunakan mobil pribadi. Sebelum berangkat, salah satu komponen mobil yang wajib diperiksa kelayakannya untuk perjalanan jarak jauh adalah ban.
Sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalanan, ban sangat menentukan keselamatan berkendara selama perjalanan.
Lihat Juga :![]() TIPS OTOMOTIF 5 Cara Tetap Efisien Berkendara Saat Puasa |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ban dengan kualitas yang sudah menurun atau aus bakal berbahaya sebab traksi ban ke permukaan jalan lemah sehingga kontrol mobil berkurang. Mobil juga akan mengalami kesulitan ketika melintasi jalanan licin, tanjakan, atau penurunan.
Jika diforsir secara terus-menerus, ban yang sudah buruk kondisinya berisiko pecah secara tiba-tiba di tengah perjalanan. Hal ini justru merepotkan karena pengemudi harus mengulur waktu guna mengganti ban, apalagi jika akses terhadap fasilitas perbaikan terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, pengecekan ban merupakan poin wajib yang harus diceklis sebelum melakukan perjalanan mudik. Berikut cara akurat mengecek ban agar siap dipakai untuk mudik Lebaran.
1. Perhatikan TWI ban
Pengemudi dapat mengecek keausan permukaan ban melalui Thread Wear Indicator (TWI). Indikator ini dapat membantu mengukur ketebalan tapak ban.
Ban harus segera diganti apabila kembangan alur sudah menipis dan mendekati angka 1,6 mm pada indikator. Kembangan alur berfungsi menjaga traksi mobil saat melaju di jalan.
2. Cek tekanan angin ban
Pemilik mobil wajib mengecek tekanan udara ban agar sesuai standar pabrikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Perhatikan juga bobot maksimal yang bisa digendong sesuai tekanan udara ban.
Hindari mengangkut bobot berlebihan atau sesuaikan tekanan udara jika memang harus demikian.
Tekanan udara yang terlampau rendah dapat merusak dinding ban dan mengakibatkan ban pecah, sedangkan tekanan ban terlampau tinggi dapat mengurangi traksi sehingga mengurangi kontrol mobil dan mengganggu pengereman.
3. Bijak kelebihan muatan
Kelebihan muatan umum terjadi saat mudik, saat semua jok terisi plus ditambah barang bawaan.
Namun wajib dipahami muatan berlebih membuat ban bekerja lebih ekstra dan mobil berisiko sulit dikendalikan karena cengkraman ban tidak mampu menahan beban muatan yang dipaksakan.
Bawalah barang bawaan secukupnya selama mudik. Bila perlu, belilah keperluan di tempat tujuan untuk menghindari kelebihan muatan.
Lihat Juga : |
4. Siapkan ban serep
Meski terasa merepotkan, menyiapkan ban serep dan perlengkapan perbaikan sederhana dapat menjadi pertolongan ampuh bagi pengemudi jika terjebak dalam situasi darurat.
Pastikan ban serep dalam kondisi siap pakai dengan tekanan yang sedikit lebih tinggi untuk mengantisipasi penyusutan selama penyimpanan. Pastikan ban serep terhindar dari keretakan dan kotoran untuk mencegah masalah saat penggantian ban.
Andai mobil memang didesain tidak membawa ban cadangan dari produsen, pastikan Anda membawa tire repair kit untuk penanganan kerusakan ban di jalan. Petakan rest area, bengkel atau dealer terdekat di jalur mudik biar mudah penanganan.
5. Periksa kelayakan ban sebelum mudik
Sesaat sebelum memulai perjalanan, lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ban. Pastikan tidak terlihat kerusakan pada ban, seperti goresan, benjol, atau benda-benda asing yang tersangkut.
Bersihkan ban dari kotoran yang menempel, misalnya batu atau benda keras yang menempel pada alur tapak.
(iqb/fea)[Gambas:Video CNN]

